Sabtu, 07 Mei 2011

kacang disco

KACANG DISCO RENYAH




Bahan:
250 gr kacang tanah
6 siung bawang putih
2 sdt garam
1 sdm ketumbar,

disangrai, haluskan
2 kuning telur
1 butir telur
125 ml air
2 sdm gula merah,

disisir
100 ml santan dari 1/4 butir kelapa
200 gr tepung kanji
75 gr tepung maizena
minyak u/menggoreng

Cara Membuat :
- Aduk rata kacang + bawang putih + garam + ketumbar
- Tambahkan telur dan santan, aduk
- Tambahkan air sedikit demi sedkit, sambil diaduk
- Masukkan kanji + maizena,sekaligus, aduk rata
- Goreng hingga kekuningan dan renyah



http://dapurkita.blogspot.com/2010/04/kacang-telur-renyah.html

Jumat, 06 Mei 2011

Dosa-dosa Besar/Haram yang Harus Dijauhi

“Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman); mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka.” [Ar Ra’d:35]

Allah telah menjanjikan surga bagi orang yang takwa. Yaitu orang yang mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah. Oleh karena itu hendaklah kita mempelajari apa saja larangan atau hal-hal yang diharamkan oleh Allah SWT agar kita tahu dan tidak mengerjakannya.

Pertama-tama kita harus tahu bahwa dosa itu adalah hal-hal yang membuat kita gelisah/tidak tenang dan malu jika diketahui orang lain:

Dari Nawas bin Sam’an ra bahwa Nabi SAW bersabda, “Kebajikan itu adalah budi pekerti yang baik, dan dosa itu adalah segala sesuatu yang menggelisahkan perasaanmu dan yang engkau tidak suka bila dilihat orang lain.” (HR. Muslim)

Dan dari Wabishah bin Ma’bad ra dia berkata: Aku datang kepada Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Apakah engkau datang untuk bertanya tentang kebajikan?” Aku berkata,” Ya.” Beliau bersabda, “Bertanyalah kepada hatimu. Kebajikan adalah apa yang menjadikan tenang jiwa dan hati, sedangkan dosa adalah apa yang menggelisahkan jiwa dan menimbulkan keraguan dalam hati, meskipun orang-orang terus membenarkanmu.” (Imam Ahmad bin Hambal dan Imam Ad-Darimi)

Janganlah memandang kecil kesalahan (dosa) tetapi pandanglah kepada siapa yang kamu durhakai (Allah). (HR. Aththusi)

Syirik Dosa yang Terbesar dan Tidak Diampuni Allah SWT

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” [An Nisaa’:116]

Contoh Syirik adalah menyembah adanya Tuhan lain selain Allah seperti Tuhan Yesus, Roh Kudus, Dewa Matahari, Brahma, Syiwa, Wisnu, dan sebagainya.

Yang sering dilakukan ummat Islam adalah syirik kecil seperti pergi ke Dukun atau Orang ”Pintar”, memakai jimat (cincin, kalung, dsb), mempercayai ramalan, dan sebagainya.

Barangsiapa mendatangi dukun peramal dan bertanya kepadanya tentang sesuatu (lalu mempercayainya) maka shalatnya selama empat puluh malam tidak akan diterima. (HR. Muslim)

Barangsiapa mendatangi dukun peramal dan percaya kepada ucapannya maka dia telah mengkufuri apa yang diturunkan Allah kepada Muhammad Saw. (Abu Dawud)

Sesungguhnya pengobatan dengan mantra-mantra, kalung-gelang penangkal sihir dan guna-guna adalah syirik. (HR. Ibnu Majah)

Barangsiapa membatalkan maksud keperluannya karena ramalan mujur-sial maka dia telah bersyirik kepada Allah. Para sahabat bertanya, “Apakah penebusannya, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ucapkanlah: “Ya Allah, tiada kebaikan kecuali kebaikanMu, dan tiada kesialan kecuali yang Engkau timpakan dan tidak ada ilah (tuhan / yang disembah) kecuali Engkau.” (HR. Ahmad)

Durhaka kepada Ibu dan Bapak (Orang Tua)

Termasuk dosa besar seorang yang mencaci-maki ibu-bapaknya. Mereka bertanya, “Bagaimana (mungkin) seorang yang mencaci-maki ayah dan ibunya sendiri?” Nabi Saw menjawab, “Dia mencaci-maki ayah orang lain lalu orang itu (membalas) mencaci-maki ayahnya dan dia mencaci-maki ibu orang lain lalu orang lain itupun (membalas) mencaci-maki ibunya. (Mutafaq’alaih)

Aku beritahukan yang terbesar dari dosa-dosa besar. (Rasulullah Saw mengulangnya hingga tiga kali). Pertama, mempersekutukan Allah. Kedua, durhaka terhadap orang tua, dan ketiga, bersaksi palsu atau berucap palsu. (Ketika itu beliau sedang berbaring kemudian duduk dan mengulangi ucapannya tiga kali, sedang kami mengharap beliau berhenti mengucapkannya). (Mutafaq’alaih)

Tidak Mengerjakan Shalat

Tidak mengerjakan shalat adalah dosa besar. Demikian pula meninggalkan kewajiban lainnya dalam rukun Islam seperti puasa, zakat dan Haji (bagi yang mampu).

“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?”

Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak mengerjakan shalat” [Al Muddatstsir:42-43]

Membunuh Manusia yang Tidak Berdosa

Orang yang membunuh manusia secara zhalim (tidak dalam rangka beladiri) dihukum qishash (bunuh) [Al Israa’:33].

”Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” [An Nisaa’:93]

Bunuh Diri

”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” [An Nisaa’:29]

Berzina, dan Murtad

Dari ‘Aisyah Ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tidak halal membunuh seorang muslim kecuali salah satu dari tiga hal: Orang yang telah kawin yang berzina, ia dirajam; orang yang membunuh orang Islam dengan sengaja, ia dibunuh; dan orang yang keluar dari agama Islam lalu memerangi Allah dan Rasul-Nya, ia dibunuh atau disalib atau dibuang jauh dari negerinya.” [Abu Dawud dan Nasa'i]

Riba (Mengambil Bunga)

Sering ada rentenir atau Bank yang menggunakan bunga berlipat ganda hingga akhirnya orang yang tidak mampu membayar kehilangan rumah karena disita.

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” [Al Baqarah:275]

Mengapa negeri kita sering dilanda bencana? Mungkin karena zina dan riba sudah merajalela di negeri ini.

Apabila perzinaan dan riba telah melanda suatu negeri maka mereka (penghuninya) sudah menghalalkan atas mereka sendiri siksaan Allah. (HR. Ath-Thabrani dan Al Hakim)

Menyerupai Lawan Jenis, Berzina dengan Hewan, dan Homoseks

Sering di TV pemain pria berpakaian perempuan untuk memancing tawa, padahal itu dosa. Laki-laki tidak boleh berdandan dan berpakaian seperti wanita, demikian pula sebaliknya.

Ada empat kelompok orang yang pada pagi dan petang hari dimurkai Allah. Para sahabat lalu bertanya, “Siapakah mereka itu, ya Rasulullah?” Beliau lalu menjawab, “Laki-laki yang menyerupai perempuan, perempuan yang menyerupai laki-laki, orang yang menyetubuhi hewan, dan orang-orang yang homoseks. (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)

Mengurangi Takaran atau Timbangan Ketika Berdagang

Sering pedagang sengaja mengurangi takaran atau timbangan ketika berdagang agar cepat untung. Padahal ini hanya membuat orang jadi kapok membeli di tempatnya lagi karena sudah ditipu. Selain itu ini adalah dosa dengan neraka Sijjiin sebagai balasannya.

Dari Ibnu Abbas dikemukakan bahwa ketika Rasulullah saw. sampai ke Madinah, diketahui bahwa orang-orang Madinah termasuk yang paling curang dalam takaran dan timbangan. Maka Allah menurunkan ayat ini (S.83:1,2,3) sebagai ancaman kepada orang-orang yang curang dalam menimbang. Setelah ayat ini turun orang-orang Madinah termasuk orang yang jujur dalam menimbang dan menakar.

(An-Nasa’i dan Ibnu Majah)

”Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. Yitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.” [Al Muthoffifiin:1-3]

Menyembunyikan cacat barang atau barang palsu sama dengan di atas.

Minum Khamar / Minuman Keras, Berjudi, dan Memberi Sajen

Banyak orang Islam yang minum bir dan minuman beralkohol padahal itu haram.

Tiap minuman yang memabukkan adalah haram (baik sedikit maupun banyak). (HR. Ahmad)

”Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” [Al Maa’idah:90]

Mencuri

Korupsi, Mencuri, Copet atau merampok itu adalah mengambil hak orang lain dan haram hukumnya. Dalam Islam hukumnya potong tangan agar mereka jera. Kalau cuma penjara, maka kejahatan itu merajalela karena di penjara justru mereka dapat teman/network yang lebih luas.

Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [Al Maa-idah:38]

Jangan Membakar Makhluk Allah

Pernah kita baca ada masyarakat yang membakar pencuri karena marah. Padahal Allah melarang kita menghukum dengan siksaan Allah.

Jangan menyiksa dengan siksaan Allah (artinya: menyiksa dengan api). (HR. Tirmidzi dan Al-Baihaqi)

Tidak Mau Berjihad

”…mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata: “Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini.” Katakanlah: “Api neraka jahannam itu lebih sangat panas(nya)” jika mereka mengetahui.” [At Taubah:81]

Surat At Taubah ayat 44-50 dan 81-95 menyatakan bahwa orang yang tidak mau berjihad sebagai orang kafir dan munafik yang tidak boleh disholati jika meninggal.

”Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan jenazah seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri mendoakan di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.” [At Taubah:84]

Saat ini ada kelompok yang mencerca para mujahidin dan melarang ummat Islam berjihad dengan berbagai alasan. Untuk itu, ayat-ayat Al Qur’an di atas bisa jadi pedoman bagi kita agar tidak tersesat.

Tidak Mau Menjalankan Hukum Allah

Saat ini banyak ummat Islam yang tidak mau menjalankan hukum Allah. Mereka lebih suka memakai hukum yang dibuat kaum Yahudi dan Nasrani dari Barat.

”…Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik” [Al Maa’idah:47]

Mengkafirkan Sesama Muslim

Jangan mengkafirkan orang yang shalat karena perbuatan dosanya meskipun (pada kenyataannya) mereka melakukan dosa besar. Shalatlah di belakang tiap imam dan berjihadlah bersama tiap penguasa. (HR. Ath-Thabrani)

Berdusta

”Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tiada akan menyekutukan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Al Mumtahanah:12]

Mendapat/Membaca Informasi dari orang Fasik/Kafir tanpa Memeriksa

Sering orang Islam mendapatkan informasi dari media massa orang yang fasik ata kafir tanpa tabayyuun/memeriksa berita sehingga akhirnya ummat Islam menganggap Islam itu keras, Muslim adalah teroris, MUI lembaga yang tidak kredibel, dan sebagainya.

”Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” [Al Hujuraat:6]

Oleh karena itu ummat Islam hendaknya mencerna hati-hati berita dari kelompok kafir/Yahudi/Liberal seperti dari CNN, Fox, BBC, dan sebagainya agar tidak termakan fitnah bahwa pejuang kemerdekaan Palestina adalah teroris sementara negara Israel yang banyak membantai ummat Islam justru baik.

Carilah berita dari Media Islam seperti TV Al Jazeera, Hidayatullah.com, Eramuslim.com, dan sebagainya.

Berperang/Tawuran terhadap Sesama Muslim

Ummat Islam itu bersaudara. Sayangnya ternyata banyak peperangan/tawuran terhadap sesama Muslim. Iraq menyerang Iran, kemudian Iraq juga menyerang Kuwait dan Arab Saudi yang dibalas Arab Saudi dengan mengundang tentara kafir AS ke negaranya.

Di Indonesia pun sering terjadi tawuran sesama Muslim yang tak jarang memakan korban jiwa. Baik antar warga seperti warga Matraman, Otista Raya, Manggarai, atau pun anak-anak SMP, SMA, atau Universitas. Aneh jika mereka takut berjihad ke Palestina melawan penjajah Yahudi tapi begitu berani ”berperang” sampai mati terhadap sesama Muslim lewat tawuran.

”Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.” [Al Hujuraat;9]

Meniru Orang Kafir

Karena pengaruh film Holywood atau Sinetron TV, banyak remaja Islam yang meniru tingkah laku orang-orang kafir dari pacaran di malam Minggu, mengumbar aurat, hingga berzina.

Barangsiapa menyerupai (meniru-niru) tingkah-laku suatu kaum maka dia tergolong dari mereka. (HR. Abu Dawud)

Merendahkan dan Menghina Sesama Muslim

”Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” [Al Hujuraat:11]

Buruk Sangka dan Menggunjing

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” [Al Hujuraat:12]

Menghambur-hamburkan Uang atau Boros

Allah melarang ummat Islam hidup boros dengan menghabiskan uang untuk hal yang tidak bermanfaat atau berlebihan seperti membeli barang terlampau mewah dan banyak, merokok, membakar petasan, dan sebagainya. Orang yang boros adalah saudara setan, begitu firman Allah SWT.

”Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.

Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” [Al Israa’:26-27]

Bermegah-megahan

Sering orang bermegah-megahan dalam soal banyak harta, anak, pengikut, kemuliaan, dan seumpamanya sehingga lalai dari beribadah kepada Allah SWT.

Dari Ibnu Buraidah dikemukakan bahwa ayat 102:1-2 turun berkenaan dengan dua qabilah Anshar. Bani Haritsah dan Bani Harts yang saling menyombongkan diri dengan kekayaan dan keturunannya dengan saling bertanya: “Apakah kalian mempunyai pahlawan yang segagah dan secekatan si Anu?” Mereka menyombongkan diri pula dengan kedudukan dan kekayaan orang-orang yang masih hidup. Mereka mengajak pula pergi ke kubur untuk menyombongkan kepahlawanan dari golongannya yang sudah gugur, dengan menunjukkan kuburannya. Ayat ini (S.102:1-2) turun sebagai teguran kepada orang-orang yang hidup bermegah-megah sehingga terlalaikan ibadahnya kepada Allah. (Ibnu Abi Hatim)

”Bermegah-megahan telah melalaikan kamu sampai kamu masuk ke dalam kubur.

Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu)” [At Takatsuur:1-3]

Mengumbar Aurat

Nabi SAW bersabda: ”Ada dua golongan dari penghuni neraka yang aku tidak sampai melihat mereka yaitu suatu kaum yang menyandang pecut seperti ekor sapi (yang) dipakai untuk memukuli orang-orang dan wanita-wanita berpakaian mini, telanjang. Mereka melenggang bergoyang. Rambutnya ibarat punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga atau mencium harumnya surga yang sebenarnya dapat dirasakan dari jarak sekian sekian. (HR. Muslim)

Memutus Silaturrahim / Hubungan Kekeluargaan

Orang yang memutus hubungan kekeluargaan tidak akan masuk surga. (Mutafaq’alaih)

Mengangkat Orang Kafir sebagai Wali, Pemimpin atau Pelindung

Kadang ada orang Islam yang memilih orang kafir dalam Pemilu sebagai pemimpin atau sebagai guru/pelindung bagi anak-anaknya, padahal masih ada orang Islam yang bisa dipercaya. Dalam An Nisaa’ ayat144 Allah akan menyiksa orang yang berbuat itu:

”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali (pemimpin) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?” [An Nisaa’:144]

Kencing Tidak Dibasuh Air dan Tukang Adu Domba

Banyak pria yang kencing di jalan dan tidak membasuh kemaluannya dengan air (minimal 3x). Padahal itu akan mendapat siksa kubur. Begitu pula orang yang suka mengadu domba.

Ibnu Abbas berkata, “Nabi Muhammad saw. melewati salah satu dinding dari dinding-dinding Madinah atau Mekah, lalu beliau mendengar dua orang manusia yang sedang disiksa dalam kuburnya. Nabi Muhammad saw lalu bersabda,’ Sesungguhnya, mereka benar-benar sedang disiksa dan keduanya tidak disiksa karena dosa besar.’ Beliau kemudian bersabda, ‘Yang seorang tidak bersuci dalam kencing dan yang lain berjalan ke sana ke mari dengan menebar fitnah (mengadu domba / memprovokasi).’ Beliau kemudian meminta diambilkan pelepah korma yang basah, lalu dibelah menjadi dua, dan beliau letakkan pada masing-masing kuburan itu satu belahan. Lalu dikatakan, ‘Wahai Rasulullah, mengapakah engkau berbuat ini?’ Beliau bersabda, ‘Mudah-mudahan keduanya diringankan selama dua belah pelepah itu belum kering.’” [HR Bukhari]

Selain hal di atas dilarang pula berbagai penyakit hati seperti Sombong, Riya, Kikir, Dengki, dan sebagainya.

(Dikatakan kepada mereka): “Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong.” [Al Mu’miin

”Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya' kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan.” [Al Anfaal:47]

”Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu (kikir) dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya (royal) karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal.” [Al Israa’:29]

” dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.” [Al Falaq:5]

Itulah daftar perbuatan dosa yang diharamkan Allah SWT semoga kita terhindar dari itu semua. Jika ada dosa tersebut yang kita perbuat, semoga Allah SWT memberi kita kekuatan untuk menghentikannya serta bertobat kepada Allah SWT.

Dari Anas bin Malik ra dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT berfirman, “Wahai anak Adam, sepanjang engkau memohon kepada-Ku dan berharap kepada-Ku akan Aku ampuni apa yang telah kamu lakukan. Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, jika dosa-dosamu setinggi awan di langit kemudian engkau meminta ampunan kepada-Ku akan Aku ampuni. Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau datang membawa kesalahan sebesar dunia, kemudian engkau datang kepada-Ku tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun, pasti Aku akan datang kepadamu dengan ampunan sebesar itu pula.” (HR. Tirmidzi,

“..Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” [An-Nuur:31)

“ Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Az-Zumar:53]

Media Islam – Belajar Islam sesuai Al Qur’an dan Hadits

www.media-islam.or.id

Rabu, 04 Mei 2011

Widaran Keju

Widaran Keju atau banyak yg bilang telur gabus... cemilan kesukaan tie , bedanya kalo dulu pengen makan tinggal beli sekarang kudu usaha sendiri :( ,bayangin makannya bentar aja bisa ludes satu toples tapi jangan tanya kalo bikinnya ,prosesnya itu lho lumayan perlu kesabaran walau resepnya simple ,tapi bener lho ga bakalan nyesel.. enak sih ;)

Resepnya tie liat dari blog-nya mas Budi Boga hehehe gara2 kasus buku Copas jadi sering mampir ke blog beliau , tapi jadi ada hasilnya nih :) , dapet widuran keju 2 toples ;)) . thanks ya Mas resepnya.

Bahan :
250 gr tepung kanji
2 butir telur dikocok dengan garpu
50 ml air/santan/susu cair
50 gr keju cheddar/ edam diparut
1 sdt garam halus
Minyak untuk menggoreng.

Cara membuat :
1. Campur tepung, keju dan garam lalu aduk rata.
2. Masukkan telur dan susu sedikit demi sedikit sambil diuleni sampai adonan bisa dipulung.
3. Siapkan 2 wajan yang berisi minyak goreng (minyak hangat jangan yg panas cukup hangat saja biar adonan ga menempel satu sama lain). Ambil sejumput adonan, bentuk dgn kedua telapak tangan hingga berbentuk bulat panjang. Tampung hasilnya di salah satu wajan.
4. Panaskan dengan api kecil wajan yang telah cukup penuh adonan, goreng hingga kuning kecoklatan. Lalu angkat dan biarkan minyak di wajan hangat kembali.
5. Sementara itu lanjutkan lagi membentuk adonan dan tampung di wajan kedua. Demikian seterusnya hingga adonan habis.
6. Simpan kue di wadah kedap udara.

Sabtu, 23 April 2011

Banyak tanaman di Indonesia ini yang sebenarnya dapat memberikan banyak manfaat, namun belum dibudidayakan secara khusus. Salah satu diantaranya adalah belimbing wuluh (Averhoa Bilimbi) Selama ini, yangsering menggunakan belimbing wuluh adalah masyarakat Aceh. Pada umumnya, mereka mengolah belimbing wuluh menjadi penyedap rasa, yang disebut asam sunti. Selain itu mereka juga menggunakan air belimbing wuluh yang diperoleh dari proses pembuatan asam sunti itu untuk mengawetkan ikan dan daging. Penulis mencoba mengkaji lebiih jauh pemanfaatan air belimbing wuluh sebagai alternatif untuk mengawetkan ikan dan daging. Untuk itu penulis mengadakan penelitian untuk melihat ketahanan ikan dan daging yang diawetkan dengan air belimbing wuluh. Selain itu, penulis juga mengkaji keekonomisan penggunaan air belimbing wuluh tersebut. Setelah mengadakan percobaan dan pengamatan, akhirnya penulis dapat menyimpulkan bahwa air belimbing wuluh dapat dimanfaatkan sebagai alternatif untuk mengawetkan ikan dan daging. Selain itu, penggunaan air belimbing wuluh ternyata sangat ekonomis karena mendapatkannya, hampir tidak memerlukan biaya sama sekali. Penulis berharap agar air belimbing wuluh dapat dimanfaatkan sebagai alternatif untuk mengawetkan ikan dan daging oleh siapa saja, tidak hanya terbatas pada masyarakat Aceh, karena telah terbukti mampu mengawetkan ikan dan daging. Selain itu penulis menghimbau agar tanaman belimbing wuluh dapat dibudidayakan secara khusus karena dapat mendatangkan banyak manfaat.

berbagai manfaat blimbing wuluh

MANFAAT BELIMBING WULUH

SEBAGAI OBAT TRADISIONAL

Gusi berdarah
  • Mengkonsumsi buah belimbing wuluh baik segar maupun manisannya secara rutin setiap hari
  • 2 buah belimbing wuluh dimakan setiap hari

Jerawat
  • Siapkan 3 buah belimbing wuluh segar. Cuci hingga bersih. Buah diparut dan diberi sedikit garam.
  • Tempelkan pada kulit yang berjerawat. Lakukan 2 kali sehari.
  • Buah belimbing wuluh secukupnya dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan air garam seperlunya, untuk menggosok muka yang berjerawat. Lakukan 3 kali sehari.
  • 6 buah belimbing wuluh dan 1/2 sendok teh bubuk belerang, digiling halus lalu diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis. Ramuan ini dipakai untuk menggosok dan melumas muka yang berjerawat. Lakukan 2-3 kali sehari.
Tekanan darah tinggi.
  • Siapkan 3 buah belimbing wuluh dan biji srigading 25 gr yang sudah dicuci bersih. Biji srigading ditumbuk halus. Masukkan ke dalam panci berisi 4 gelas air dan rebuslah bersama belimbing wuluh. Dinginkan lalu saring sebelum diminum. Cukup diminum 1 gelas sehari.
  • Buah yang besar dan berwarna hijau diparut, ambil airnya dan diminum.
  • 3 buah belimbing diparut, peras airnya, diminum sekali sehari.
  • 3 buah belimbing wuluh dicuci lalu dipotong-potong seperlunya, direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum setelah makan pagi.
  • 10 buah belimbing wuluh, 1 jari rimpang kunyit, 1/4 genggam daun meniran, 3 jari labu air, 3 jari gula enau, dicuci dan dipotong-potong seperlunya, lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring, minum. Sehari 3 x 3/4 gelas.

Obat kompres pada sakit gondongan.

Daun ditumbuk bersama bawang putih.

Obat batuk
  • Daun, bunga, buah yang masing-masing sama banyaknya direbus dalam air yang mendidih selama 1/2 jam, dan minum airnya.
  • Segenggam daun belimbing wuluh, segenggam bunga dan 2 buah belimbing, gula batu, rebus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah, saring, minum 2 kali sehari.
  • Segenggam bunga belimbing wuluh, beberapa butir adas, gula secukupnya dan air 1 cangkir, ditim selama beberapa jam. Setelah dingin disaring dengan sepotong kain, dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan malam sewaktu perut kosong. (Batuk pada anak)
  • 25 kuntum bunga belimbing wuluh, 1 jari rimpang temu-giring, 1 jari kulit kayu manis, 1 jari rimpang kencur, 2 butir bawang merah, 1/4 genggam pegagan, 1/4 genggam daun saga, 1/4 genggam daun inggu, 1/4 genggam daun sendok, dicuci dan dipotong-potong seperlunya, direbus dengan 5 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring, diminum dengan madu seperlunya. Sehari 3 kali 3/4 gelas.
  • 10 buah belimbing wuluh dicuci lalu ditumbuk halus-halus, diremas dengan 2 sendok makan air garam, lalu disaring. Minum, lakukan 2 kali sehari. (batuk rejan)
  • Buah belimbing wuluh dibuat manisan, sehari makan 3 x 6-8 buah. (batuk rejan)

Diabetes.

6 buah belimbing wuluh dilumatkan, direbus dengan 1 gelas air sampai airnya tinggal setengah, saring, minum 2 kali sehari.

Gondongan

  • 1/2 genggam daun belimbing wuluh ditumbuk dengan 3 bawang putih. Kompreskan pada bagian yang gondongan.
  • 10 ranting muda belimbing wuluh berikut daunnya dan 4 butir bawang merah setelah dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Balurkan ketempat yang sakit.

Rematik

  • Segenggam daun belimbing wuluh dicuci, tumbuk sampai halus, tambahkan kapur sirih, gosokkan ke bagian yang sakit.
  • 100 gr daun muda belimbing wuluh, 10 biji cengkeh dan 15 biji merica dicuci lalu digiling halus, tambahkan cuka secukupnya sampai menjadi adonan seperti bubur. Oleskan adonan bubur tadi ketempat yang sakit.
  • 5 buah belimbing wuluh, 8 lembar daun kantil (Michelia champaca L.), 15 biji cengkeh, 15 butir lada hitam, dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis dan 1 sendok makan minyak kayu putih. Dipakai untuk menggosok dan mengurut bagian tubuh yang sakit. Lakukan 2-3 kali sehari.

Sariawan

  • 10 kuntum bunga belimbing wuluh, asam jawa, gula aren direbus dengan 3 gelas air sampai airnya tinggal 3/4, saring, minum 2 kali sehari.
  • Segenggarn bunga belimbing wuluh, gula jawa secukupnya dan 1 cangkir air direbus sampai kental. Setelah dingin disaring, dipakai untuk membersihkan mulut dan mengoles sariawan.
  • 2/3 genggam bunga belimbing wuluh, dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum, sehari 3 kali 3/4 gelas. 3 buah belimbing wuluh, 3 butir bawang merah, 1 buah pala yang muda, 10 lembar daun seriawan, 3/4 sendok teh adas, 3/4 jari pulosari, dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan 3 sendok makan minyak kelapa, diperas lalu disaring. Dipakai untuk mengoles luka-luka akibat sariawan, 6-7 kali sehari.

Sakit gigi

5 buah belimbing wuluh setelah dicuci bersih, dikunyah dengan garam. Ulangi beberapa kali sampai hilang rasa sakitnya.

Pagel linu

1 genggam daun belimbing wuluh yang masih muda, 10 biji cengkeh, 15 biji lada, digiling halus lalu tambahkan cuka secukupnya. Lumurkan ketempat yang sakit

Panu

10 buah belimbing wuluh dicuci lalu digiling halus, tambahkan kapur sirih sebesar biji asam, diremas sampai rata. Ramuan ini dipakai untuk menggosok kulit yang terserang panu. Lakukan 2 kali sehari

Sariawan usus, getah empedu sedikit
Buah diolah menjadi selai, makan.


Sakit gigi berlubang

5 buah belimbing wuluh dicuci bersih, makan dengan sedikit garam, kunyah ditempat gigi yang berlubang

SEBAGAI PEMBERSIH

Kerak pada alat-alat dapur yang terbuat dari bahan plastik

Potong buah belimbing wuluh dan gosokan pada peralatan tersebut

Pembersih kamar mandi

Hancurkan belimbing wuluh yang sudah tau kemudian campur dengan air dan siram ke dinding dan lantai kamar mandi. Diamkan semalaman trus sikat dan bilas dengan air.

*** Diambil dari berbagai sumber ***

Jumat, 22 April 2011

Kuliner Bangka

1. Kemplang/Getas

Kemplang atau kerupuk merupakan salah satu makanan khas Kabupaten Bangka. Jenis makanan ini banyak dijumpai di toko-toko tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Bangka. Industri usaha pembuatan kemplang tergolong dalam industri rumah tangga dimana sebagian besar diusahakan oleh kaum ibu-ibu rumah tangga. Daerah sentra pembuatan kemplang di Kabupaten Bangka adalah Kecamatan Belinyu, Sungailiat dan Merawang. Yang paling dikenal di Kabupaten Bangka adalah kemplang Belinyu yang memiliki ciri khas dan rasa yang enak.

Kemplang termasuk kedalam makan selingan atau dapat juga sebagai lauk pauk. Bahan dasar yang digunakan adalah ikan dan tepung tapioka. Dapat pula ikan diganti dengan udang atau cumi-cumi.

Bahan-bahan :

  • Ikan Tenggiri
  • Tepung Tapioka
  • Garam
  • Bumbu penyedap

Peralatan :

  • Alat penggiling ikan
  • Alat Penjemuran
  • Alat Penggorengan
  • Alat Pemotong kemplang

Proses Pembuatan

  1. Mula-mula ikan dibersihkan dari sisik, perut dan kepalanya. Lalu dicuci bersih dan ditiriskan. Pisahkan daging ikan dari tulangnya.
  2. Daging ikan yang telah bersih dari tulang kemudian digiling dengan menggunakan alat penggiling ikan.
  3. Daging ikan yang telah halus dicampur dengan garam dan diaduk rata. Setelah tercampur rata, daging ikan dicampur dengan tepung tapioka sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga rata hingga menjadi setengah padat dan dapat dibentuk lenjeran.

Untuk Kemplang :

a. Lenjeran bahan kemplang direbus di air yang sudah mendidih dan akan mengapung apabila telah masak atau dapat juga dikukus hingga matang. Diamkan hingga dingin dan agak keras. Lenjeran yang telah keras tersebut dipotong-potong dengan ketebalan tertentu, kemudian dijemur hingga kering. Setelah kering kemplang dapat digoreng.

b. Kemplang tersebut dapat juga digoreng dengan menggunakan pasir yang disebut kemplang panggang. Caranya pasir bersih yang diambil dari dasar sungai dikeringkan menggunakan sinar matahari, kemudian ditaruh diwajan dan dipanaskan. Setelah pasir diwajan benar-benar panas, benamkan kemplang kedalam pasir panas tersebut. Sambil dibolak-balik hingga matang.

Untuk Getas :

a. Adonan setengah padat tersebut dibuat bulatan sebesar ibu jari atau berbentuk lenjeran kecil (diameter 1-2 cm), kemudian dipotong-potong dan langsung digoreng didalam minyak panas.

2. Kericu

Kericu merupakan salah satu jenis panganan cemilan khas Bangka yang memiliki cita rasa yang enak dan bergizi tinggi. Bahan utama pembuatan kericu adalah telur cumi-cumi dan sagu (tapioka). Produk ini masih tergolong home industri. Daerah terbanyak yang menghasilkan kericu adalah Kecamatan Sungailiat dan Belinyu.

Bahan dan peralatan :

a. Bahan :

- Telur cumi-cumi

- Sagu

- Telur ayam

- Garam

- Bumbu penyedap

b. Peralatan :

- Kuali

- Kompor

- Saringan

- Alat pengaduk

- Baskom

- Saoki

- Penggilingan ikan

Proses Pembuatan :

a. Telur cumi-cumi dicuci bersih hingga terpisah antara telur dengan kotoran, lalu ditiriskan. Kemudian telur tersebut digiling dengan menggunakan penggilingan ikan..

b. Telur cumi-cumi yang telah halus dicampur dengan telur ayam, garam dan bumbu penyedap lalu diaduk rata.

c. Setelah tercampur rata hingga menyerupai bubur, sagu dimasukkan sedikit demi sedikit hingga menjadi adonan setengah padat.

d. Adonan tersebut kemudian dibentuk sesuai selera, biasanya kericu dibentuk seperti stik kayu kecil-kecil. Adonan yang telah dibentuk langsung direndam kedalam minyak dingin agar tidak menyatu antara satu dengan lainnya.

e. Minyak goreng terlebih dahulu dipanaskan, setelah panas lalu kericu yang telah direndam minyak dimasukkan ke dalam penggorengan. Angkat setelah masak dan ditiriskan hingga kering.

3. Rusip

Rusip merupakan makanan tradisional masyarakat Bangka. Makanan ini dibuat dari ikan teri yang difermentasikan. Rusip digunakan sebagai pengganti sambal untuk lalapan. Rusip diproduksi secara merata di setiap daerah di Kabupaten Bnagka. Namun skala pengusahaannya masih kecil (skala rumah tangga). Jenis makanan ini banyak dijumpai di toko-toko penjual makanan khas yang ada di Kabupaten Bangka, ada pula yang dijajakan langsung dari rumah ke rumah.

Bahan dan peralatan :

Bahan :

- Ikan teri segar

- Garam

- Gula aren

Peralatan :

- Baskom

- Saoki

- Toples/botol

Proses Pembuatan :

a. Ikan teri segar dibersihkan dari kotoran dan kepalanya dibuang. Kemudian dicuci hingga benar-benar bersih lalu tiriskan hingga benar-benar kering.

b. Campur ikan dengan garam sambil diremas-remas hingga benar-benar tercampur rata. Diamkan selama + 1 hari didalam wadah yang tertutup rapat.

c. Masak gula aren dengan air hingga gula aren larut ke dalam air. Biarkan air gula dingin.

d. Setelah + 1 hari, buka asinan ikan teri. Campurkan air gula aren dengan asinan ikan teri. Kemudian masukkan ke dalam wadah yang tertutup rapat. Biarkan selama + 1 minggu. Jika rusip telah menghasilkan aroma yang khas dan rasanya agak asam maka rusip sudah siap dikonsumsi.

e. Rusip dapat dimakan tanpa dimasak terlebih dahulu ataupun dimasak terlebih dahulu sesuai selera dengan menambahkan irisan bawang merah dan cabe rawit.

4. Terasi bubuk

Terasi merupakan bahan penyedap masakan agar lebih enak dan sedap. Terasi dikenal dalam bentuk padat dan bubuk. Terasi bubuk mulai dikenal sejak tahun 2000. Terasi ini diproduksi oleh home industri, namun produk diversifikasi terasi ini masih jarang ditemukan dipasar karena masyarakat luas lebih mengenal terasi dalam bentuk padat. Kelebihan terasi bubuk ini lebih praktis dalam penggunaan dan lebih tahan lama. Daerah pembuatan terasi di Kabupaten Bangka adalah Kecamatan Sungailiat dan Belinyu.

Bahan dan peralatan :

a. Bahan :

- Udang halus (kecil)

- Garam

b. Peralatan :

- Blender

- Kompor

- Oven

- Alat pengaduk

- Baskom

- Ayakan

- Penggilingan ikan

- Tampah

- Kuali

Proses Pembuatan :

a. Udang dicuci dan dipisahkan dari kotoran, kemudian ditiriskan.

b. Udang yang sudah ditiriskan dicampur dengan garam hingga merata dan dibiarkan selama 1 (satu) malam, kemudian dijemur dengan panas matahari selama 4 jam.

c. Udang yang sudah dijemur kemudian digiling dengan menggunakan penggilingan ikan atau dapat ditumbuk dengan lesung. Setelah halus dijemur lagi dengan panas matahari hingga kering selama 1 – 2 hari, tergantung cuaca.

d. Bahan udang yang sudah kering tersebut diblenber sampai halus dan diayak hingga menghasilkan bubuk terasi.

e. Proses akhir terasi bubuk digongseng sampai masak, diangkat dan didinginkan.

5. Pantiaw

Pantiaw merupakan salah satu makanan selingan khas Bangka. Makanan ini mirip dengan laksa tetapi berbeda bentuknya. Pantiaw diproduksi di hampir setiap daerah di Kabupaten Bangka dalam skala rumah tangga. Pemasarannya pun masih sangat sederhana. Biasanya pantiaw dijajakan dari rumah ke rumah atau di toko-toko/warung penjual makanan. Bahan utama pembuatan pantiaw adalah sagu dan tepung beras.

Bahan dan peralatan :

a. Bahan :

Bahan pantiaw

- Sagu

- Tepung beras

- Garam

Bahan bumbu ikan

- Ikan tenggiri

- Minyak goreng untuk menumis

- Bawang merah

- Bawang putih

- Jahe

- Merica bubuk

- Ketumbar

- Daun salam

- Serai

- Garam

- Penyedap

b. Peralatan :

- Gilingan ikan

- Ampia

- Kukusan

- Kompor

-


Kamis, 07 April 2011

[R@ntau-Net] FYI Memetik Berkah Minyak Goreng Bekas

http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2004081200352628

Memetik Berkah Minyak Goreng Bekas

PARA ibu rumah tangga, mungkin kerap kali dibikin pusing dengan minyak goreng yang sudah dipakai untuk memasak. Mau dibuang sayang, tetapi mau dipakai juga mengkhawatirkan karena sudah tidak lagi jernih. Bisa-bisa justru memunculkan penyakit. Ini sekadar pernik-pernik kehidupan dapur, tapi inilah realitas kecil yang sering hilir mudik di sekitar kita.

Seperti diketahui bersama, minyak goreng yang sudah dipakai berulang kali akan mengalami serangkaian reaksi kimia, antara lain hidrolisis, oksidasi termal, dan polimerisasi termal. Untuk itu, kebanyakan ibu rumah tangga akan membuang sisa minyak goreng tersebut setelah tiga atau empat kali menggoreng.

Sebuah penemuan dari dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) Ir Ambar Rukmini MP, mungkin bisa sedikit memecahkan masalah tersebut. Melalui rangkaian penelitian, Ambar telah menemukan teknologi tepat guna yang bisa menjernihkan jelantah.

Cara itu juga tidak begitu susah, yakni dengan mencampurkan atau menggoreng arang sekam dalam kadar tertentu ke dalam minyak goreng yang telah dipakai.

"Satu persen saja arang sekam itu dicelupkan dalam minyak goreng panas selama 30 menit, akan menjernihkan minyak bekas yang secara kimia, fisik, maupun organoleptik, mendekati kualitas minyak yang masih segar," papar Ambar kepada wartawan kemarin.

Ambar menyebutkan, penelitiannya itu, sebenarnya dia lakukan pada 2003 lalu. Penelitian itu sengaja dilakukan, karena banyak minyak goreng bekas yang terbuang. Kalaupun ada yang masih menggunakan, dampaknya bisa merugikan kesehatan masyarakat. Latar belakang seperti inilah, yang kemudian mendorong dirinya melakukan riset secara intens terhadap minyak goreng yang telah dipakai.

Dengan penelitiannya itu, Ambar berhasil meraih predikat dosen terbaik tingkat PTS di Kopertis Wilayah V DIY. Dan saat ini Pembantu Dekan I Fakultas Teknologi Pertanian UWM Yogyakarta ini, juga masuk sebagai salah satu finalis dosen terbaik se-Indonesia. Tentu saja, predikat ini diraih atas kerja keras Ambar ketika berhadapan dengan objek yang ia teliti.

Menurut Ambar, selama proses menggoreng, minyak akan menyebabkan perubahan komposisi asam lemak serta kualitas minyak. Jika dikonsumsi, asam lemak yang berbeda akan menyebabkan perbedaan metabolisme dalam tubuh, bahkan bisa meningkatkan konsentrasi kolesterol plasma.

Penelitian Ambar itu, juga dilakukan pada minyak sawit komersial, yang digunakan untuk menggoreng singkong sebagai contoh sumber karbohidrat, tahu putih sebagai contoh sumber protein nabati, dan lele sebagai contoh sumber protein hewani.

Dalam penelitian itu diketahui bahwa masa guna minyak sawit komersial pada penggorengan singkong hanya 4 kali 5 jam masa penggorengan, sedangkan pada penggorengan tahu putih maupun ikan lele, masing-masing hanya 3 X 5 jam masa penggorengan. "Setelah lewat masa waktu itu, minyak goreng sudah tak layak pakai lagi."

Namun, hal itu bisa diatasi dengan menggoreng 1% bubuk arang sekam dicelupkan selama 30 menit. Hasilnya, minyak goreng yang sudah tidak terpakai itu, secara kimia dan fisik bisa ditingkatkan kualitasnya dan hampir menyerupai minyak pertamanya. Minyak hasil arang sekam itu pun masih layak dipakai walaupun disimpan selama 3 bulan berturut-turut.

Temuan Ambar, jika disebarluaskan ke publik, akan memberi manfaat yang besar bagi ibu-ibu yang sering gemar memasak di dapur. Banyak sekali ibu-ibu yang membuang minyak goreng bekas karena tidak tahu bagaimana harus mengolah.

Paling tidak, temuan Ambar, patut disambut kaum ibu, agar bisa memanfaatkan setitik apa pun minyak goreng bekas, sehingga tidak ada yang tersisa sia-sia. Selamat untuk Ambar, dosen yang penuh dedikasi. Mudah-mudah jejak Ambar bisa diikuti para dosen, yang tidak hanya mengabdi ke dunia teks, tapi juga realitas kehidupan yang sebenarnya. Amirudin Zuhri/B-4


Z Chaniago - Palai Rinuak - http://www.maninjau.com
======================================================================
Alam Takambang Jadi Guru
======================================================================

_________________________________________________________________
Get ready for school! Find articles, homework help and more in the Back to School Guide! http://special.msn.com/network/04backtoschool.armx


____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________
  • [R@ntau-Net] FYI Memetik Berkah Minyak Goreng Bekas Z Chaniago