Sabtu, 18 Juni 2011

Biji Asam Bisa Pulihkan Syaraf yang Rusak


para peneliti dari Monash University, Australia menemukan sebuah biomaterial baru pada biji asam yang bisa menumbuhkan kembali syaraf yang rusak pada otak dan tulang belakang. Ke depan, penemuan ini diharapkan dapat merevolusi pengobatan syaraf yang yang rusak akibat cidera dan penyakit, seperti parkinson.

Andrew Rodda, ilmuan yang tergabung dalam Monash Material Engineering meneliti xyloglucan, senyawa yang berasal dari tanaman asam. Dalam tanaman, xyloglucan berperan penting untuk menghubungkan sel yang satu dengan lainnya. Sementara itu, Andrew Rodda, telah mengkaji khasiat biomaterial ini pada hewan yang menderita kerusakan sel syaraf.

Senyawa yang diteliti Rodda ini dapat disuntikkan dalam bentuk cairan ke bagian tubuh yang terluka. Secara perlahan, senyawa itu berubah menjadi gel ketika suhunya sama dengan suhu badan. Setelah mencapai sasaran, gel ini bertindak sebagai struktur pendukung melalui sel-sel sehat yang dapat bermigrasi serta bisa melekat ke sistem saraf.

Rodda mengatakan, selama ini terdapat kekurangan dalam proses penyembuhan syaraf yang rusak. Menurut dia, dalam metode penyembuhan selama ini, syaraf tidak bisa tumbuh kembali karena racun yang ditinggalkan bekas syaraf yang mati.

"Sel saraf itu sensitif, dan hanya akan tumbuh di lingkungan yang paling mendukung," kata Rodda sebagaimana dilansir medindia.net.

"Setelah cidera, sel-sel baru biasanya tidak dapat menembus ke dalam ruang kosong setelah kematian massal sel. Rumpun sel di pinggirnya, membentuk penghalang yang tidak bisa ditembus. Ini meninggalkan pusat luka, yang mengandung bahan kimia yang dapat membunuh saraf yang akan tumbuh."

Menurut Rodda, senyawa ini bekerja dengan menyediakan tangga-tangga sementara, di mana sel-sel baru dapat tumbuh dan menembus bekas luka.

Secara signifikan, sel penolong yang disebut astrocit akan bergerak menuju gel yang disuntikkan. Sel-sel ini kemudian mensekresikan bahan kimia bermanfaat, yang mungkin membantu menciptakan lingkungan di mana sel-sel saraf yang halus bisa bertahan.

Studi yang dilakukan Rodda ini merupakan bagian dari upaya untuk mendorong regenerasi syaraf di otak dan sumsum tulang belakang. Ini didasarkan pada pekerjaan sebelumnya di Monash University untuk memahami dan mengontrol pertumbuhan saraf menggunakan biomaterial.• VIVAnews

Minggu, 05 Juni 2011

Bagaimana Membuat Minyak Kelapa dengan Metode Fermentasi?



Latar Belakang


Minyak kelapa diproduksi melalui proses kompresi dari kopra, santan dan bio-proses melalui pemanasan santan, yang telah diketahui sejak lama. Bio-proses dari santan kelapa telah dimulai dari penggunaan kultur asli melalui penggunaan enzim-enzim. Akan tetapi sampai saat ini penggunaan metode tersebut tidak popular dalam masyarakat, salah satu masalah adalah bagaimana menangani mikroorganisme yang dikategorikan kompleks atau harga enzim yang mahal. Tempeh inoculum yang termasuk dalam pasar, berpotensi sebagai decomposer santan yang aman dan mudah digunakan dalam produksi fermentasi minyak kelapa tanpa menggunakan kimia dan pemanasan yang tinggi. Bio-proses untuk santan yang menggunakan tempeh inoculum dapat dilakukan tanpa melalui pre-culture (starter), merupakan satu langkah yang penting untuk memfasilitasi aplikasi ini di daerah pedesaan untuk mengolah minyak kelapa fermentasi, hasil minyak di daerah pesisir pantai. Kelapa parut atau krim kelapa yang sudah tidak terpakai yang sudah di inokulasi oleh tempeh inoculum, dicampur dengan baik, dan diinkubasi selama 6 jam pada suhu kamar. Pada proses akhir dari fermentasi ini akan terbentuk dan akan terpisah antara air, minyak dan protein. Akusisi dari minyak melalui proses fermentasi dapat mencapai 100-200 ml per satu buah kelapa tua yang biasanya dapat ditemui di pasaran. Produk yang yang beraroma minyak kelapa dengan karakteristiknya, adalah cocok untuk pembuatan kosmetik. Pada saat ditambahkan aroma untuk percobaan sebagai pelembab, larutan tercampur secara baik dan bau dapat bertahan lebih dari satu bulan.

Buah kelapa secara umum hanya digunakan untuk minyak sayur dan minyak goreng. Pada beberapa tempat juga telah dikembangkan proses produk yang berbeda dan produk seperti tepung kelapa, nata de coco, coco fiber, and arang tempurung. Walaupun demikian, minyak kelapa murni yang mempunyai nilai tambah yang tinggi belum dikembangkan di Indonesia. Minyak kelapa murni lebih banyak digunakan untuk kesehatan dan kosmetik. Dan minyak goreng juga dibuat secara sederhana, dan tradisional, yang pada dasarnya minyak kelapa dapat dibuat melalui fermentasi.

Minyak Kelapa

VCO dibuat dari buah kelapa segar, yang diproses dengan control pemanasan atau tanpa pemanasan sama sekali, tanpa kimia, dan RDB. Minyak sawit murni seperti di atas mengandung senyawa penting yang diperlukan untuk asupan tubuh kita. Minyak kelapa murni dengan kandungan utama lauric acid mempunyai peralatan antibiotik, dan anti-bakteri. VCO merupakan proses modifikasi dari pembuatan minyak kelapa sehingga hasil produk dengan kandungan air dan bebas lemak jenuh yang rendah, tanpa warna, beraroma, dan mempunyai jangka waktu penyimpanan yang lama yakni lebih dari 12 bulan.

Pengolahan minyak kelapa murni memberikan banyak keuntungan yang tidak memerlukan dana yang mahal karena bahan mentah mudah didapatkan dengan harga yang murah, dengan proses yang sederhana dan tidak terlalu rumit, dan menggunakan energy secara minimal karena tidak menggunakan bahan bakar sehingga bahan kimia dan kandungan nutrisi dapat dipertahankan terutama asam lemak di dalam minyak. Apabila dibandingkan dengan minyak sawit atau yang dikenla dengan minyak goreng (minyak kelapa kopra), minyak kelapa murni mempunyai kualitas yang lebih baik. Minyak kelapa yang terbuat dari kopra berubah warna menjadi coklat emas, berbau dan mudah tengik sehingga masa penyimpanan tidak lama (kurang dari dua bulan). Dari segi ekonomi, minyak kelapa murni mempunyai harga jual yang lebih tinggi daripada minyak kelapa dari kopra sehingga studi mengenai VCO perlu dikembangkan.

Tanaman kelapa telah menjadi sumber makanan sejak lama. Buah kelapa menjadi satu kesatuan dari masyarakat Indonesia. Dalam kehidupan tradisional, daging kelapa merupakan sumber nutrisi yang terdapat dalam santan kelapa dengan rasa yang enak.

Ada beberapa cara untuk membuat ekstra minyak kelapa dari buahnya, dari segi fisik, kimia dan fermentasi. Proses secara tradisional dengan cara fisik (pemanasan) yaitu menghasilkan minyak dengan kualitas yang rendah karena kandungan air yang tinggi dengna hasil kualitas yang tidak baik (jumlah asam dan peroxida yang tinggi). Ekstraksi minyak secara kimia yang berarti menyebabkan penurunan kualitas dari nutrisi-nutrisi yang penting seperti asam laurat dan tocopherol dan jumlah peroxida meningkat.

Minyak Kelapa Fermentasi

Fermentasi merupakan proses produksi energy didalam sel pada kondisi anaerobic (tanpa oksigen). Secara umum, fermentasi merupakan bentuk dari respirasi anaerobic, akan tetapi terdapat definisi yang jelas yang menjelaskan fermentasi sebagai respirasi dalam keadaan anaerobic, tanpa adanya eksternal acceptor electron, gula merupakan bahan yang biasa ada dalam fermentasi. Beberapa contoh dari hasil fermentasi adalah ethanol, lactic acid, dan hydrogen. Tetapi, beberapa senyawa dapat dihasilkan melalui fermentasi, seperti butyric acid dan acetone. Ragi merupakan bahan yang biasa digunakan untuk menghasilkan ethanol dalam bir, anggur dan minuman beralkohol lainnya. Respirasi anaerobic pada binatang mamalia pada saat mereka bekerja keras (yang tidak mempunyai eksternal acceptor electron). Dapat dikategorikan dalam bentuk minyak kelapa fermentasi merupakan keuntungan dalam hal jangka waktu, cepat berbau tengik dan hampir tidak mengandung kolesterol.

Minyak kelapa fermentasi mengandung lebih dari 95% triglycerides dan beberapa jenis asam lemak jenuh dan tidak jenuh. Asam lemak jenuh termasuk lauric acid, myristic, palmitic, dan stearic, sedangkan asam lemak tak jenuh termasuk oleic acid, linoleic, dan linolenic. Yang mendominasi asam lemak jenuh adalah lauric acid. Kelebihan dari proses ekstraksi fermentasi adalah pada cara yang sederhana sehingga dapat memproduksi secara praktis, efesien dalam penggunaan bahan bakar, tidak meninggalkan residu yang banyak, jumlah asam yang rendah, jumlah peroxide yang rendah, dengan jangka waktu penyimpanan yang lama, lebih beraroma, dan tanpa kolesterol-senyawa yang diinduksi.

Dalam biologi, minyak kelapa fermentasi lebih aman dan menguntungkan daripada minyak kelapa yang diproses secara tradisional yang terbuat dari kopra, karena dapat mencegah masuknya infeksi melalui binatang/insek dan mencegah berkembangnya jamur yang berpotensi toxin. Hasil minyak/bahan bakar yang disebut "kelentik" yang diproses secara tradisional tidaklah menguntungkan secara ekonomi dan kualitasnya rendah, oleh karena itu persaingan di pasar lokal dan regional juga rendah.

Proses ekstraksi minyak menggunakan enzim fermentasi pemecah emulsi santan. Kultur mikroba yang digunakan diharapkan mempunyai kegiatan yang berperan sebagai proteolytic, amilolitik, dan lipolytic dalam hidrolisis dari protein, karbohidrat dan lemak. Tujuan dari studi ini adalah untuk mencoba kemampuan enzimatik dari kultur mikroba untuk ekstraksi dari minyak kelapa dalam proses fermentasi.

Tehnik/cara Fermentasi

Ada beberapa cara yang berbeda untuk mendapatkan minyak dari buah kelapa. Beberapa diantaranya adalah:

1. Metode Basah
Metode ini relative sederhana. Parut daging kelapa, kemudian tambahkan air, dan peras sehingga menghasilkan santan kelapa. Kemudian santan kelapa dipsahkan dari minyak dan airnya. Pemisahan dapat dilakukan melalui pemanasan atau sentrifugasi.

2. Metode Peras
Bagaimana memeras/menekan daging kelapa kering (kopra). Proses ini memerlukan investasi substansial untuk pembelian peralatan dan mesin.

3. Ekstraksi Pelarut
Metode ini menggunakan cairan pelarut (setelah ini disebut pelarut saja) yang dapat larut dalam minyak.Pelarut menggunakan titik didih yang rendah, sangat mudah menguap, tidak mempengaruhi minyak secara kimia, residu tidak beracun. Walaupun metodenya sangat sederhana, tetapi jarang digunakan karena biayanya relative mahal.

Bagaimana Melakukan Proses Fermentasi dengan Metode Basah

Dalam proses fermentasi , didiamkan untuk memisahkan kepala santan dan skim. Selanjutnya, krim yang sudah melalui proses fermentasi membantu pembekuan dari non-minyak (protein-protein utama)selama proses pemanasan. Mikroba yang berkembang selama proses fermentasi, khususnya asam – memproduksi mikroba. Produksi asam menyebabkan protein santan menggumpal dan mudah terpisah selama pemanasan.

1. Bahan
Kelapa parut (8 kg), air kelapa, air hangat, dan 5 g ragi roti

2. Alat
Timbangan, , gallon, kompor, wadah, pemeras santan, saringan, selang dan Erlenmeyer

3. Cara Kerja
a. Siapkan alat dan bahan-bahan
b. Peras parutan kelapa untuk mendapatkan santan kelapa yang sebelumnya telah ditambahkan air panas.
c. Biarkan cairan selama 45 menit untuk memisahkan kulit susu dan krimnya, setelah terpisah hisap keluar skim menggunakan selang.
d. Setelah tinggal krim/santan kepala, tambahkan santan murni kedalam krim tadi dan akhirnya tambahkan ragi dan langsung dikocok agar ragi tercampur pada santan.
e. Tutup gallon dan tambahkan udara pada tube Erlenmeyer untuk menghindari ledakan
f. Biarkan proses fermentasi selama 24 jam dan awasi terus.
g. Sesudah proses fermentasi, pisahkan antara minyak, protein dan air kelapa.
h. Masak minyak dan protein untuk menghilangkan kandungan air.
i. Terakhir, saring sisa minyak hasil fermentasi dan kita mengambil hasil minyak kelapa.

Keuntungan Metode Fermentasi daripada Proses Tradisional

Teori mengatakan bahwa ekstraksi minyak pada proses fermentasi, enzim-enzim meliputi/terdapat pemecah emulsi santan. Kegiatan enzim dipengaruhi oleh konsentrat substrat, konsentrat enzim, pH, temperatur dan durasi dari reaksi enzim. Sehingga semua proses dalam pengolahan minyak kelapa harus diperhatikan untuk menghindari kesalahan.

Pertama, tujuan penambahan air kedalam parutan kelapa adalah agar protein dalam kelapa dapat ditemukan dengan cepat, sehingga pada saat proses pemerasan kelapa untuk mendapatkan santan, hasilnya akan baik sekali. Kemudian, tujuan dari pemisahan skim dan santan kelapa adalah untuk memfasilitasi proses fermentasi, pada saat skim tidak terpisah, proses fermentasi akan berlangsung lebih lama karena bahan dalam fermentasi tersebut terlalu banyak/berlebihan.

Kedua, tujuan penambahan santan adalah untuk menambah ragi pada santan, karena air kelapa mengandung gula, dan menyatu pada saat proses fermentasi, sehingga pada akhir proses kita akan mendapatkan residu minyak yang rasanya pahit. Selama proses anaerobic fermentasi terjadi, tanpa mendapatkan udara/oksigen dari luar, tetapi pada saat fermentasi berlangsung letakkan selang pada gallon dan masukkan pada aliran air sehingga dapat terlihat gelembung udara yang besar keluar pada saat proses berlangsung, dan itu bukan ledakan.

Selanjutnya, keuntungan dari proses fermentasi ini adalah produknya bisa tahan lama, mudah berbau tengik, dan hampir tidak mengandung kolesterol. Minyak kelapa dari metode fermentasi ini mengadung lebih 95% triglycerides (triglyceride) dan beberapa jenis asam lemak jenuh dan tidak jenuh. Dalam ilmu biologi, minyak kelapa dari proses fermentasi lebih aman dan menguntungkan daripada minyak kelapa yang dihasilkan dari kopra, karena dapat mencegah masuknya infeksi oleh binatang kecil/insek dan afla toxin yang menghasilkan racun yang berbahaya.

Sebagai tambahan, keuntungan lainnya adalah dalam hal penghematan bahan bakar, karena proses pemanasan hanya memerlukan waktu 15 menit, sedangkan waktu pemanasan untuk minyak kelapa tradisional memerlukan kurang lebih 5 jam. Dari hasil yang dicapai, tidak dapat dibandingkan dengan minyak kelapa yang memakai cara tradisional, karena tidaklah praktis apabila hasilnya hanya 1.7 L.

Dari Industri Perkebunan (Indonesia), Mr. Akbar Arsyad, Lulusan Teknologi Agroindustri

Ramalan cuaca

Partly CloudyPartly Cloudy 26 oC
Humidity: 89%
Wind: E at 1 mph
Sun 72 - 91 oF » Chance of Storm «
Mon 73 - 88 oF » Thunderstorm «
Tue 72 - 84 oF » Chance of Storm «

Links Utama

BIMP-EAGA Sulawesi Utara
Brunei Indonesia Malaysia Phillipine East Asia Growth Area North Sulawesi
KAPET Manado Bitung
Integrated Economic Development Zone Manado Bitung
Komunitas Kelapa Asia dan Pasifik (APCC)
Merupakan sebuah organisasi intra-pemerintahan yang terdiri dari 15 negara penghasil kelapa terbesar yang meliputi kurang lebih 90% dari produk kelapa dunia dan ekspor produk kelapa.

Kontak

Sekretaris Eksekutif BIMP-EAGA Sulawesi Utara
Manado, Sulawesi Utara Indonesia
+62(431)847212
Fax: +62(431)847213
info@coconutmic.com

tentang kelapa

Kelapa
(Cocos nucifera)


Pohon Kehidupan

Nama ilmiah untuk kelapa adalah Cocos nucifera. Awal penjelajah Spanyol menyebutnya coco, yang berarti "wajah monyet" karena tiga lekukan (mata) pada kacang berbulu menyerupai kepala dan wajah monyet. Nucifera berarti "kacang-bearing."

kelapa ini menyediakan sumber bergizi daging, jus, susu, dan minyak yang telah diberi makan dan dipelihara populasi di seluruh dunia selama beberapa generasi. Pada banyak pulau kelapa adalah


Panen kelapa berjajar di pantai.

pokok dalam makanan dan memberikan sebagian besar makanan yang dimakan. Hampir sepertiga dari penduduk dunia tergantung pada kelapa untuk beberapa derajat untuk makanan mereka dan ekonomi mereka. Di antara budaya ini kelapa memiliki sejarah panjang dan dihormati.


Kelapa sangat bergizi dan kaya serat, vitamin, dan mineral. Hal ini diklasifikasikan sebagai "makanan fungsional" karena memberikan banyak manfaat kesehatan di luar kandungan zat gizinya. Minyak kelapa adalah kepentingan khusus karena memiliki sifat penyembuhan yang jauh melampaui dari minyak makanan lain dan secara luas digunakan dalam pengobatan tradisional di antara populasi Asia dan Pasifik. Kepulauan Pasifik menganggap minyak kelapa menjadi obat untuk semua penyakit. Kelapa sawit begitu sangat dihargai oleh mereka baik sebagai sumber makanan dan obat yang disebut "Pohon Kehidupan." Hanya baru-baru ini ilmu kedokteran modern membuka rahasia kekuatan penyembuhan yang menakjubkan kelapa.

Kelapa Dalam Pengobatan Tradisional

Orang-orang dari beragam budaya, bahasa, agama, dan ras yang tersebar di seluruh dunia telah dihormati kelapa sebagai sumber berharga baik makanan dan obat-obatan. Dimanapun kelapa tumbuh orang-orang telah mengetahui pentingnya sebagai obat yang efektif. Selama ribuan produk kelapa tahun telah mengadakan tempat terhormat dan berharga dalam obat rakyat lokal.

Dalam pengobatan tradisional di seluruh dunia kelapa digunakan untuk mengobati berbagai masalah kesehatan termasuk yang berikut: abses, asma, kebotakan, bronkitis, memar, luka bakar, pilek, sembelit, batuk, sakit gembur-gembur, disentri, sakit telinga, demam, flu, radang gusi , gonore, haid tidak teratur atau sakit, sakit kuning, batu ginjal, kutu, kekurangan gizi, mual, ruam, kudis, penyakit kudis, infeksi kulit, sakit tenggorokan, bengkak, sifilis, sakit gigi, TBC, tumor, tifus, borok, sakit perut, kelemahan, dan luka.

Kelapa Dalam Kedokteran Modern

ilmu kedokteran modern sekarang mengkonfirmasikan penggunaan kelapa dalam mengobati berbagai kondisi di atas. studi Diterbitkan dalam jurnal medis menunjukkan kelapa yang, dalam satu bentuk atau lainnya, dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan. Beberapa adalah sebagai berikut:


Membunuh virus yang menyebabkan influenza, herpes, campak, hepatitis C, SARS, AIDS, dan penyakit lainnya.

Membunuh bakteri yang menyebabkan bisul, infeksi tenggorokan, infeksi saluran kencing, penyakit gusi dan gigi berlubang, radang paru-paru, dan gonore, dan penyakit lainnya.

Mematikan jamur dan ragi yang menyebabkan candida, kurap kaki, atlet, sariawan, ruam popok, dan infeksi lainnya.

Melumpuhkan dan mematikan cacing pita, kutu, giardia dan parasit lainnya.

Menyediakan sumber nutrisi dan energi cepat.

Meningkatkan energi dan daya tahan, meningkatkan kinerja fisik dan atletik.

Meningkatkan pencernaan dan penyerapan zat gizi lainnya termasuk vitamin, mineral, dan asam amino.

Memperbaiki sekresi insulin dan pendayagunaan glukosa darah.

Meredakan stres pada pankreas dan sistem enzim tubuh.

Mengurangi gejala yang berhubungan dengan pankreatitis.

Membantu meredakan gejala-gejala dan mengurangi resiko kesehatan yang berhubungan dengan diabetes.

Mengurangi gangguan yang dikaitkan dengan gejala kesulitan pencernaan dan cystic fibrosis.

Memperbaiki penyerapan kalsium dan magnesium serta mendukung perkembangan tulang dan gigi yang kuat.

Membantu melindungi terhadap osteoporosis.

Membantu meredakan gejala sakit saluran kandung kemih.

Meredakan gejala yang dihubungkan dengan penyakit Crohn's, ulcerative colitis dan bisul perut.

Meningkatkan pencernaan dan fungsi usus.

Meredakan rasa sakit dan iritasi yang disebabkan oleh wasir.

Mengurangi peradangan.

Mendukung penyembuhan dan perbaikan jaringan.

Mendukung dan membantu fungsi kekebalan tubuh.

Membantu melindungi tubuh dari kanker payudara, kanker colon dan kanker lainnya.

Apakah jantung sehat; meningkatkan rasio kolesterol mengurangi risiko penyakit jantung.

Melindungi arteri dari cedera yang menyebabkan aterosklerosis dan dengan demikian melindungi terhadap penyakit jantung.

Membantu mencegah sakit periodontal dan kerusakan gigi.

Berfungsi sebagai antioksidan pelindung.

Membantu melindungi tubuh dari radikal bebas berbahaya yang meningkatkan penuaan dini dan penyakit degeneratif.

Tidak menguras cadangan antioksidan tubuh seperti minyak lainnya lakukan.

Memperbaiki pendayagunaan asam lemak essensial dan melindunginya dari oksidasi.

Membantu meredakan gejala yang berhubungan dengan sindrom kelelahan kronis.

Meredakan gejala yang dihubungkan dengan benign prostatic hyperplasia (pembesaran prostat).

Mengurangi epilepsi kejang.

Membantu melindungi terhadap penyakit ginjal dan infeksi kandung kemih.

Larut batu ginjal.

Membantu mencegah penyakit hati.

Lebih rendah kalori daripada semua lemak lainnya.

Mendukung fungsi thyroid.

Meningkatkan kehilangan kelebihan berat badan dengan meningkatkan tingkat metabolisme.

Digunakan oleh tubuh untuk menghasilkan energi dalam preferensi untuk disimpan sebagai lemak tubuh seperti lemak makanan lain.

Membantu mencegah obesitas dan masalah kegemukan.

Dioleskan membantu untuk membentuk sebuah penghalang kimia pada kulit untuk menangkal infeksi.

Mengurangi gejala psoriasis, eksim, dan dermatitis.

Mendukung keseimbangan kimiawi kulit secara alami.

kulit Melembutkan kekeringan dan mengelupas.

Mencegah keriput, kulit kendur, dan noda-noda penuaan.

Meningkatkan kesehatan rambut dan kulit tampak.

Memberikan perlindungan dari efek merusak dari radiasi ultraviolet dari matahari.

Membantu ketombe kontrol.

Tidak membentuk produk sampingan berbahaya bila dipanaskan hingga suhu goreng normal seperti minyak nabati lainnya lakukan.

Tidak memiliki efek samping berbahaya atau tidak menyenangkan.

Benar-benar tidak beracun untuk manusia.

Lihat Riset untuk membaca beberapa penelitian yang diterbitkan mengenai penggunaan yang disebutkan di atas produk kelapa.

Minyak kelapa

Sedangkan kelapa memiliki banyak manfaat kesehatan karena kandungan serat dan gizi, itu adalah minyak yang membuatnya menjadi makanan yang benar-benar luar biasa dan obat-obatan.

Setelah keliru diyakini tidak sehat karena kandungan tinggi lemak jenuh, sekarang diketahui bahwa lemak dalam minyak kelapa adalah unik dan berbeda dari kebanyakan semua lemak lain dan memiliki sifat-sifat kesehatan yang memberi. Sekarang mendapatkan pengakuan terlambat lama sebagai makanan kesehatan bergizi.

Minyak kelapa telah digambarkan sebagai "minyak sehat di bumi." Itu cukup pernyataan yang luar biasa. Apa yang membuat minyak kelapa begitu baik? Apa yang membuatnya berbeda dari semua minyak lain, lemak jenuh terutama lainnya?

Perbedaannya adalah pada molekul lemak. Semua lemak dan minyak terdiri dari molekul yang disebut asam lemak. Ada dua metode untuk mengklasifikasi asam lemak. Yang pertama Anda mungkin akrab dengan, didasarkan pada kejenuhan. Anda memiliki lemak jenuh, lemak tak jenuh tunggal, dan lemak tak jenuh ganda. Sistem lain klasifikasi didasarkan pada ukuran atau panjang molekul dari rantai karbon dalam masing-masing asam lemak. Asam lemak terdiri dari rantai panjang atom karbon dengan atom hidrogen yang terikat. Dalam sistem ini Anda memiliki asam lemak rantai pendek (ALRP), asam lemak rantai menengah (MCFA), dan asam lemak rantai panjang (LCFA). Minyak kelapa terdiri didominasi asam lemak rantai medium (MCFA), juga dikenal sebagai trigliserida rantai menengah (MCT).

Sebagian besar lemak dan minyak dalam makanan kita, apakah mereka jenuh atau tak jenuh atau berasal dari hewan atau tumbuhan, terdiri dari asam lemak rantai panjang (LCFA). Beberapa 98% sampai 100 dari semua asam lemak yang Anda konsumsi adalah LCFA.

Ukuran asam lemak adalah sangat penting. Mengapa? Karena tubuh kita merespon dan setiap metabolisme asam lemak yang berbeda tergantung pada ukurannya. Jadi efek fisiologis dari MCFA dalam minyak kelapa yang jelas berbeda dari LCFA lebih umum ditemukan dalam makanan kita. Asam lemak jenuh dalam minyak kelapa adalah mayoritas menengah-rantai asam lemak. Baik tanaman jenuh dan lemak tak jenuh ditemukan dalam daging, susu, telur, dan (termasuk hampir semua minyak nabati) terdiri dari LCFA.

MCFA sangat berbeda dari LCFA. Mereka tidak memiliki efek negatif pada kolesterol dan membantu melindungi terhadap penyakit jantung. MCFA membantu untuk menurunkan resiko baik aterosklerosis dan penyakit jantung. Hal ini terutama disebabkan oleh MCFA dalam minyak kelapa yang membuatnya begitu istimewa dan begitu bermanfaat.

Hanya ada sedikit sumber makanan baik MCFA. Sejauh ini sumber-sumber terbaik dari kelapa dan minyak sawit kernel.

Copyright © 2004 Pusat Penelitian Kelapa

website ini untuk tujuan pendidikan saja. Informasi yang disediakan di sini berasal dari berbagai sumber dan penulis dan tidak setiap pernyataan yang dibuat telah dievaluasi oleh FDA. Informasi ini tidak dimaksudkan untuk mendiagnosa, mengobati, menyembuhkan atau mencegah penyakit.