Jumat, 09 September 2011

Adonan Dasar Untuk Kulit Dumpling dan Siomay


Resep diadaptasikan dari:
Cook Eat Share Dumpling Dough
Bahan:
- 100 gram tepung ten mien
- 120 gram tepung terigu serba guna
- 2 sendok makan tepung tapioka
- 150 ml air mendidih
- 1 sendok makan minyak sayur

Cara membuat:
Gunakan mangkuk yang anda leluasa bergerak untuk menguleninya.

Masukkan tepung ten mien, tepung terigu, tapioka dan minyak sayur ke dalam mangkuk, tuangkan air hangat merata ke permukaannya. Biarkan sejenak hingga air meresap dan agak mendingin.



Aduk dengan sendok kayu atau spatula kemudian uleni adonan dengan menggunakan tangan hingga adonan kalis dan tidak lengket lagi. Lama menguleni kira-kira 10 menit. Tambahkan air sedikit-sedikit menggunakan sendok jika adonan dirasa terlalu kering.


Bulatkan adonan, tutup permukaan mangkuk dengan kain bersih. Biarkan selama 15 - 20 menit.


Adonan yang terbentuk smooth dan tidak terlalu elastis, sehingga ketika digilas adonan tidak mengkerut kembali. Adonan juga tidak mudah lengket setelah digilas. Berbeda jika hanya menggunakan tepung terigu saja, adonan sangat elastis dan lengket satu sama lain.




Tipiskan adonan dengan menggunakan kayu penggilas atau alat pembuat pasta dan kulit siap digunakan untuk dumpling atau siomay.


Sabtu, 03 September 2011

KERUPUK ATOM

KERUPUK ATOM

Penilaian :

Bahan-bahan/bumbu-bumbu :

    200 gram ikan tenggiri, dihaluskan
    2 butir telur
    1/2 sendok makan garam
    1 sendok teh gula pasir
    1/2 sendok teh penyedap rasa
    1 sendok teh soda kue
    1/4 sendok teh amoniak bubuk
    250 gram tepung tapioka

Cara Pengolahan :
1. Kocok telur, garam, gula pasir, dan penyedap rasa sampai berbusa.
2. Tuang ke ikan tengiri giling. Aduk rata. Tambahkan soda kue dan amoniak bubuk. Uleni rata.
3. Masukkan tepung tapioka sedikit-sedikit sambil diuleni sampai dapat dipulung. Bentuk bulat kecil.
4. Masukkan dalam minyak goreng yang dingin sampai terendam.
5. Nyalakan api besar. Setelah mengambang, kecilkan apinya dan goreng sampai kering.


Untuk 840 gram


sumber:

http://www.sajiansedap.com/recipe/detail/4091

MOCAF INDONESIA Koperasi Gemah Ripah Loh Jinawi

PELUANG PENGEMBANGAN TEPUNG MOCAF

Tepung MOCAF sebagai bahan alternatif pengganti terigu mempunyai peluang yang cukup besar untuk dikembangkan. Dari sisi permintaan, kebutuhan akan pasar terigu kian meningkat seiring dengan perubahan pola konsumsi makanan masyarakat yang kian modern. Demikian juga dengan semakin menjamurnya berbagai jenis industri dan usaha pengolahan makanan, dari skala besar sampai penjual eceran, terutama sejak krisis ekonomi 1998.

Sementara dari sisi pasokan, tepung MOCAF yang berbahan baku ubi kayu, salah satu tanaman pangan yang secara tradisional sudah lama dikembangkan di Indonesia, juga mempunyai potensi yang cukup besar. Luasnya lahan yang potensial untuk ditanami ubi kayu (karena kesesuaian geografis), kemudahan teknik budidaya, serta jumlah tenaga kerja yang bisa digerakkan, membuat tidak terlalu ada masalah dari sisi pasokan.

Keinginan konsumen terhadap produk pangan yang diwujudkan dalam mutu produk tidak hanya mencakup nutrisi, tetapi juga mencakup keamanan, kemudahan pemakaian, dan imajinatif. Pangan tidak lagi sekedar memenuhi kebutuhan biologis. Dengan adanya pergeseran paradigma tersebut, maka tuntutan konsumen menjadi semakin penting dan menentukan perkembangan teknologi (arah dan jenisnya) serta inovasi makanan yang tersedia di pasar (Wirakartakusumah,1997).

Masyarakat cenderung tertarik pada produk pangan yang praktis dalam penyajiaannya, dan terkesan lebih modern, seperti produk mie, roti, makanan ringan, baby foods dan sebagainya. Perubahan pola konsumsi makanan (food habit) ini menyebabkan kebutuhan akan bahan pangan berbasis tepung-tepungan meningkat pesat, salah satunya yang paling besar konsumsinya adalah tepung terigu.

Kebutuhan tepung secara nasional terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dari tahun 1995 sampai dengan 2004, konsumsi terigu nasional untuk berbagai industri terus mengalami pertumbuhan, kecuali pada tahun 1998 yang pertumbuhannya negatif, karena krisis ekonomi. Selama kurun tersebut pertumbuhan rata-rata sebesar 5.84% per tahun, dan bahkan mencapai sekitar 7.00% pada lima tahun terakhir. Dengan pertumbuhan tersebut, konsumsi tepung terigu nasional mencapai lebih 1,7 juta ton per tahun pada tahun 2004.

Sementara itu, data dari Asosiasi Produsen Terigu Indonesia (Aptindo) justru menunjukkan angka yang jauh lebih besar. Menurut Aptindo, kebutuhan konsumsi terigu nasional pada tahun 2004 mencapai 3.334.108 ton, dengan tingkat pertumbuhan mencapai 6 %. Dengan angka pertumbuhan ini, maka pada tahun 2007 kebutuhan tepung terigu akan meningkat sampai 3.700.000 ton. Dari konsumsi ini, 65 persen adalah pasar Usaha Kecil dan Menengah, dengan penggunaan terbesar untuk produk mie (instant dan wet).

Peningkatan kebutuhan akan terigu ini selain dipicu oleh perubahan pola konsumsi masyarakat, juga dipicu oleh menjamurnya usaha pengolahan makanan, terutama pasca krisis ekonomi 1998. Kebutuhan modal kerja yang tidak terlalu besar, ditambah dengan tingginya permintaan akan produk makanan olahan membuat usaha pengolahan makanan, khususnya usaha kecil dan yang bersifat cepat saji semakin menjamur.

Sementara itu permintaan yang semakin meningkat ini ternyata tidak diimbangi oleh ketersediaan bahan baku yang memadai. Jenis tepung terigu yang selama ini beredar di pasaran sebagian besar adalah berbahan baku gandum. Padahal, gandum adalah jenis tanaman sub-tropik, yang tidak terlalu sesuai dengan iklim dan kondisi geografis di Indonesia. Meskipun sudah seringkali diupayakan, namun sampai sekarang belum ada upaya budidaya gandum yang bisa berkembang secara ekonomis.

Hal ini membuat ketergantungan industri tepung nasional terhadap bahan baku impor sangat besar. Akibatnya ketika harga gandum di pasar impor meningkat tajam akibatnya tingginya permintaan pasar dunia akan produk pangan biji-bijian, membuat harga tepung didalam negeri juga meningkat tajam. Tabel 3.3. menunjukkan peningkatan harga terigu sebesar 60% selama kurun 2006-2007, dan diperkirakan masih akan berlanjut sampai akhir 2008.

Situasi ini mengakibatkan berbagai dampak negatif terhadap industri makanan didalam negeri. Banyak industri pengolahan makanan besar yang harus menunda rencana pengembangan usaha, bahkan membatalkan rencana investasi. Sementara industri yang lebih kecil skalanya banyak yang nasibnya lebih tidak beruntung, sehingga mereka harus menutup usahanya karena tidak mampu mensiasati kenaikan biaya produksi ini.

Karena itu, keberadaan tepung MOCAF sebagai alternatif dari tepung terigu, akan bermanfaat bagi industri pengolahan makanan nasional. Jenis dan karakteristik yang hampir sama dengan terigu, namun dengan harga yang jauh lebih murah membuat tepung MOCAF menjadi pilihan yang sangat menarik. Berbagai jenis produk olahan tepung terigu yang bisa digantikan oleh tepung MOCAF, juga membuat transisi pengguna kepada tepung MOCAF tidak sulit untuk dilakukan.


sumber:

KONTAK KAMI

logo mocaf
KOPERASI SERBA USAHA
"GEMAH RIPAH LOH JINAWI"
MODIFIED CASSAVA FLOUR

Badan Hukum: 188.42/12/406.057/III/2006
RW 08 RT 02, Desa Kerjo, Kec. Karangan, Kab. Trenggalek, Jawa Timur. Indonesia
Telp : (0355) 796033
Fax : (0355) 796892
E-mail : mocaf_indonesia@yahoo.com

macam macam bumbu dasar ala rudy chairuddin


BUMBU DASAR MERAH

Bumbu yang dapat dipergunakan seluruh masakan Indonesia yang berwarna merah (tumisan,nasi goreng, sambal goreng dll) hanya menambah bahan bumbu seperti daun salam, sereh,lengkuas.

Bahan :

* 400 gr cabe merah ( buang bijinya )
* 100 gr bawang merah
* 50 gr bawang putih
* 100 gr tomat
* 20 gr terasi
* 100 gr gula pasir
* 15 gr garam
* 100 ml minyak goreng ( saat blender )
* 100 ml minyak goreng ( saat menumis )

Cara membuat :

* Haluskan semua bahan kecuali gula dan minyak untuk menumis hingga halus benar.
* Panaskan minyak untuk menumis hingga panas betul kemudian masukkan bumbu yang dihaluskan.
* Tumis hingga harum dan matang, tambahkan gula pasir, dinginkan,siap digunakan.

BUMBU DASAR PUTIH


Bumbu yang dapat dipergunakan seluruh masakan Indonesia yang berwarna putih seperti ( soto-sotoan ) hanya menambah bahan bumbu seperti salam, daun jeruk,serai misalnya rawon, semur, bisa juga untuk tumisan, mi goreng, dan oseng-oseng..

Bahan :

* 250 gr bawang merah
* 100 gr bawang putih
* 50 gr kemiri
* 3 cm lengkuas dirajang halus
* 2 sdt garam
* 2 sdt gula pasir
* 100 ml minyak goreng ( saat blender )
* 100 ml minyak goreng ( saat menumis )

Cara membuat :

* Haluskan semua bahan kecuali gula dan minyak untuk menumis hingga halus benar.
* Panaskan minyak untuk menumis hingga panas betul kemudian masukkan bumbu yang dihaluskan.
*Tumis hingga harum dan matang, tambahkan gula pasir, dinginkan,siap digunakan.

BUMBU DASAR ORANYE

Bumbu ini untuk kari, gulai, rendang, dan macam-macam masakan yang berwarna oranye

Bahan :

* 300 gr cabe merah buang bijinya
* 1 sdt jintan
* 1 sdt adas manis bubuk
* 2 1/2 sdm ketumbar bubuk
* 100 gr kemiri
* 150 gr bawang putih
* 500 gr bawang merah
* 25 gr kunyit
* 20 gr jahe
* 20 gr lengkuas
* 2 sdt lada bubuk
* 3 1/2 sdt garam
* 2 sdt gula
* 100 ml minyak goreng ( saat blender )
* 100 ml minyak goreng ( saat menumis )

Cara membuat :

* Haluskan semua bahan kecuali gula dan minyak untuk menumis hingga halus benar.
* Panaskan minyak untuk menumis hingga panas betul kemudian masukkan bumbu yang dihaluskan.
* Tumis hingga harum dan matang, tambahkan gula pasir, dinginkan,siap digunakan.

BUMBU DASAR KUNING

Bumbu ini misalnya untuk macam-macam soto, pesmol, acar, terik daging, sampai bumbu ayam goreng dan mi goreng.

Bahan :

* 100 gr kemiri
* 150 gr bawang putih
* 500 gr bawang merah
* 25 gr kunyit
* 20 gr jahe
* 20 gr lengkuas
* 1 sdm lada bubuk
* 2 1/2 sdt garam
* 2 sdt gula pasir
* 100 ml minyak goreng ( saat blender )
* 100 ml minyak goreng ( saat menumis )

Cara membuat :

* Haluskan semua bahan kecuali gula dan minyak untuk menumis hingga halus benar.
* Panaskan minyak untuk menumis hingga panas betul kemudian masukkan bumbu yang dihaluskan.
* Tumis hingga harum dan matang, tambahkan gula pasir, dinginkan,siap digunakan.

Jadi Cara Membuat Bumbu Dasar secara umum :
1. Haluskan semua bahan kecuali gula dan minyak untuk menumis, hingga halus benar.
2. Panaskan minyak untuk menumis, tumis bumbu sampai harum dan matang. Masukkan gula, tumis sebentar, angkat dan dinginkan.
3. Masukkan ke dalam toples, siap digunakan.
4. Bumbu dasar bisa disimpan dalam kulkas selama 3 bulan. Jika ingin memasak, ambillah sedikit dan masukkan bumbu tambahan lain seperti daun salam, daun pandan, atau daun jeruk.

(Sumber : Rudy Choiruddin)

Kamis, 01 September 2011

Ekologi Industri Pada Pengolahan Air Laut

January 11, 2010 by Boy Macklin
Filed under: Ekologi Industri, Tek. Pengelolaan Limbah

Untuk sebagian orang mungin topik ini terdengar kurang menarik atau bahkan tidak populer sama sekali. Namun untuk sebagian orang, khususnya yang tinggal di daerah pantai yang letaknya terpencil, ini merupakan bahasan sehari-hari, mengenai bagaimana mendapatkan air yang layak konsumsi setiap hari tanpa harus mendatangkan galon-galon air mineral dari kota besar. Sebelum membahasnya, kita harus mengetahui pengertian ekologi industri. Ekologi industri merupakan suatu sistem yang digunakan untuk mengelola aliran energi atau material sehingga diperoleh efisiensi yang tinggi dan menghasilkan sedikit polusi. Definisi yang lain yaitu ekologi industri merupakan suatu pendekatan manajemen lingkungan dimana suatu sistem industri tidak dilihat secara terpisah dengan system sekelilingnya tetapi merupakan bagian utuh yang saling mendukung dalam rangka mengoptimalkan siklus material ketika suatu bahan baku diproses menjadi produk. Dasar utama ekologi industri yaitu metabolism industri yang merupakan keseluruhan aliran material dan energi yang ada dalam system industri. Tujuan utama ekologi industri adalah untuk mengorganisasi sistem industri (termasuk semua aspek kegiatan manusia di dalamnya) sehingga diperoleh suatu jenis operasi yang ramah lingkungan dan berkesinambungan (sustainable development).

Pada pengolahan air laut secara konvensional untuk menghasilkan garam, yaitu dengan cara menampung air laut pada suatu tempat dan membiarkannya menguap, hanya dihasilkan endapan garam. Nilai ekonomisnya pun terbilang kecil. Sementara permasalahan lain yang dialami daerah pinggiran pantai di daerah terpencik adalah sulitnya mendapatkan air untuk konsumsi dan kebutuhan sehari-hari. Ada suatu mekanisme untuk menanggulangi masalah tersebut yaitu dengan menggabungkan dua buah sistem yatu menghasilkan garam dan air bersih layak konsumsi secara bersamaan.

Ada dua rangkaian tertutup. Rangkaian pertama disebut rangkaian langsung artinya alur yang ada menunjukkan perputaran air. Air yang berasal dari laut diangkat dan disalukan ke penyuling atau destilator. Lat ini berfungsi untuk memisahkan antara partikel garam dan air murni. Hasilnya adalah butiran garam dan air yang biasa disebut air suling. Air ini dapat digunakan untuk minum dan kebutuhan rumah tangga. Air yang digunakan tentu akan keluar lagi melalui air seni dan keringat dan akan bermuara di laut lagi. Alur ini terjadi berulang-ulang.

Rangkaian yang kedua disebut rangkaian tak langsung. Alurnya menunjukan perputaran uang atau biaya dalam setiap proses. Dana dipergunakan untuk memindahkan air dari laut ke destilator, mengoperasikan destilator, bahan bakar dan sebagainya. Lalu dari hasil destilasi akan dihasilkan garam dan air minum yang bisa dijual atau dikomersilkan. Pendapatan yang diperoleh digunakan kembali untuk menjalankan sistem agar dapat terus berproduksi. Alur ini terjadi terus menerus.

Credo #5

December 11, 2009 by Boy Macklin
Filed under: Bisnis, Bisnis Internet, Islam

bussinessmanagement_aagym_spiritual_marketerPosting pertama ditulis di Blog.transferUang.com (04/09/09) dan terinspirasi dari sebuah buku yang berjudul, Aa Gym a Spiritual Marketer Karya Hermawan Kertajaya. Buku yang di rilis pada tahun 2005 ini memang menjadi motivator untuk para pebisnis muslim. Di halaman 83 buku tersebut ada sub tema “Always Offer a Good Package at a Fair Price” ini yang mebuat saya tertarik untuk mengkajinya. Biasanya calon pembeli atau konsumen sebelum memutuskan untuk membeli sebuah produk akan membandingkan dulu masalah harga dengan produk yang sama di tempat atau gerai yang berbeda. Intinya hanyalah mencari produk yang berkualitas dengan harga yang paling murah. Hal ini adalah sebuah pengambilan keputusan yang sangat manusiawi. Tapi apa hubungannya dengan bisnis online terutama dengan Smart Machine System (SMS).

Kemarin saya telah membahas apakah SMS masuk dalam kategori Halal atau Haram, Insyallah SMS masuk kategori halal. Hanya kemaslahatan apa yang bisa diangkat dari bisnis ini?? Mengacu pada Credo tersebut ada lima yang harus diperhatikan dari sebuah usaha yang dijalankan. MQ yang dijalankan oleh Kiai ini memang benar bermanfaat, jika kita sudah pernah memahami sebuah manajemen operasional maka dengan mudah menangkap apa inti dari permasalahan ini. Lima konsep ini adalah;

1. Mutu

Mutu atau kualitas produk memang harus diutamakan. Mutu produk memang harus diutamakan, oleh karena itu standar yang digunakanpun minimal sudah mengacu pada apa yang sudah berlaku saat ini. Standar yang digunakan bisa mengacu pada Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Produk dan mutu intinya untuk menjamin kepuasan pelanggan. Dengan Kepuasan pelanggan tersebut diharapkan akan membangun relasi antara member dan produsen dalam waktu jangka panjang.

2. Murah

Jujur, baru saya sadari bahwa tidak semua produk mahal itu memberikan citra yang baik terhadap sebuah produk. Tetapi Mutu yang bagus tetapi tidak mahal. Binis internet sudah banyak menekan biaya produksi kenapa harus mahal? itu yang menjadi pertanyaan bagi saya. Pada Credo ini menjelaskan bahwa prinsip yang dianut oleh Aa Gym “Sedikit Untung, Banyak Laku” Tujuannya hanya satu, tidak selalu beorientasi pada omset, akan tetapi agar banyak netter yang bisa mendapatkan produknya dengan mudah, serta bisa langsung menggunakannya.

3. Mudah

Mudah? maksudnya produk ini agar mudah diakses oleh siapapun. Mudah digunakan, praktis, dan cepat membawa hasil. Tidak memberikan kesan sedikitpun sulit atau rumit dalam hal apapun, karena ciri bisnis yang berkah adalah mudah. TransferUang.Com, memberikan kemudahan untuk kita sebagai newbie agar bisa dengan mudah menjalankan bisnis di internet. Selanjutnya jika anda ingin melakukan pengembangan bisa dilanjutkan pada tingkat yang lebih kompleks yaitu e-commerce.

4. Mutakhir

Disini Produk dan layanan yang harus selalu mengalami inovasi. TransferUang.Com, telah meng-update sistem SMS dengan teknologi security lock down directory. Artinya, inovasi produk sudah menjadi keharusan, sehingga produk senantiasa menjadi up to date.

5. Multimanfaat

Maksud dari multimanfaat disini adalah dapat menguntungkan banyak pihak. Jika anda memiliki produk TransferUang.Com, anda akan mandiri menghasilkan profit untuk bisnis anda sendiri. Banyak manfaat yang dipelajari sebagai langkah awal di bisnis internet. Pastikan anda bisa melakukannya.

Lakukan sesuatu yang terbaik dan jangan pernah menyerah. Wassalammualaikum, wr.wrb.

Limbah Tahu Cair Menjadi Biogas

Info lanjut Klik pada gambar

Tahu adalah salah satu makanan tradisional yang biasa dikonsumsi setiap hari oleh orang Indonesia. Proses produksi tahu menhasilkan 2 jenis limbah, limbah padat dan limbah cairan. Pada umumnya, limbah padat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sedangkan limbah cair dibuang langsung ke lingkungan. Limbah cair pabrik tahu ini memiliki kandungan senyawa organik yang tinggi. Tanpa proses penanganan dengan baik, limbah tahu menyebabkan dampak negatif seperti polusi air, sumber penyakit, bau tidak sedap, meningkatkan pertumbuhan nyamuk, dan menurunkan estetika lingkungan sekitar.

Banyak pabrik tahu skala rumah tangga di Indonesia tidak memiliki proses pengolahan limbah cair. Ketidakinginan pemilik pabrik tahu untuk mengolah limbah cairnya disebabkan karena kompleks dan tidak efisiennya proses pengolahan limbah, ditambah lagi menghasilkan nilai tambah. Padahal, limbah cair pabrik tahu memiliki kandungan senyawa organik tinggi yang memiliki potensi untuk menghasilkan biogas melalui proses an-aerobik. Pada umumnya, biogas mengandung 50-80% metana, CO2, H2S dan sedikit air, yang bisa dijadikan sebagai pengganti minyak tanah atau LPG. Dengan mengkonversi limbah cair pabrik tahu menjadi biogas, pemilik pabrik tahu tidak hanya berkontribusi dalam menjaga lingkungan tetapi juga meningkatkan pendapatannya dengan mengurangi konsumsi bahan bakar pada proses pembuatan tahu.

Bahan baku yaitu dali limbah tahu cair menjadi Biogas

Sebagian besar limbah cair yang dihasilkan oleh industri pembuatan tahu adalah cairan kental yang terpisah dari gumpalan tahu yang disebut air dadih. Cairan ini mengandung kadar protein yang tinggi dan dapat segera terurai. Limbah cair ini sering dibuang secara langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu sehingga menghasilkan bau busuk dan mencemari sungai. Sumber limbah cair lainnya berasal dari pencucian kedelai, pencucian peralatan proses, pencucian lantai dan pemasakan serta larutan bekas rendaman kedelai. Jumlah limbah cair yang dihasilkan oleh industri pembuat tahu kira-kira 15-20 l/kg bahan baku kedelai, sedangkan bahan pencemarnya kira-kira untuk TSS sebesar 30 kg/kg bahan baku kedelai, BOD 65 g/kg bahan baku kedelai dan COD 130 g/kg bahan baku kedelai (EMDI & BAPEDAL, 1994).

Pada industri tempe, sebagian besar limbah cair yang dihasilkan berasal dari lokasi pemasakan kedelai, pencucian kedelai, peralatan proses dan lantai. Karakter limbah cair yang dihasilkan berupa bahan organik padatan tersuspensi (kulit, selaput lendir dan bahan organik lain).

Industri pembuatan tahu dan tempe harus berhati-hati dalam program kebersihan pabrik dan pemeliharaan peralatan yang baik karena secara langsung hal tersebut dapat mengurangi kandungan bahan protein dan organik yang terbawa dalam limbah cair. Proses produksi

2. Penerapan Prinsip 3R pada Proses Pengolahan Limbah Tahu

· Reduce :

1. Pengolahan Limbah Secara Fisika

Pada umumnya, sebelum dilakukan pengolahan lanjutan terhadap air buangan, diinginkan agar bahan-bahan tersuspensi berukuran besar dan yang mudah mengendap atau bahan-bahan yang terapung disisihkan terlebih dahulu. Penyaringan (screening) merupakan cara yang efisien dan murah untuk menyisihkan bahan tersuspensi yang berukuran besar. Bahan tersuspensi yang mudah mengendap dapat disisihkan secara mudah dengan proses pengendapan. Parameter desain yang utama untuk proses pengendapan ini adalah kecepatan mengendap partikel dan waktu detensi hidrolis di dalam bak pengendap.

2. Pengolahan Limbah Secara Kimia

Pengolahan air buangan secara kimia biasanya dilakukan untuk menghilangkan partikel-partikel yang tidak mudah mengendap (koloid), logam-logam berat, senyawa fosfor, dan zat organik beracun; dengan membubuhkan bahan kimia tertentu yang diperlukan. Penyisihan bahan-bahan tersebut pada prinsipnya berlangsung melalui perubahan sifat bahan-bahan tersebut, yaitu dari tak dapat diendapkan menjadi mudah diendapkan (flokulasi-koagulasi), baik dengan atau tanpa reaksi oksidasi-reduksi, dan juga berlangsung sebagai hasil reaksi oksidasi.

3. Pengolahan Limbah Secara Biologi

Semua air buangan yang biodegradable dapat diolah secara biologi. Sebagai pengolahan sekunder, pengolahan secara nbiologi dipandang sebagai pengolahan yang paling murah dan efisien. Dalam beberapa dasawarsa telah berkembang berbagai metode pengolahan biologi dengan segala modifikasinya.
Pada dasarnya, reaktor pengolahan secara biologi dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu:

1. Reaktor pertumbuhan tersuspensi (suspended growth reaktor);

2. Reaktor pertumbuhan lekat (attached growth reaktor).

Di dalam reaktor pertumbuhan tersuspensi, mikroorganisme tumbuh dan berkembang dalam keadaan tersuspensi. Proses lumpur aktif yang banyak dikenal berlangsung dalam reaktor jenis ini. Proses lumpur aktif terus berkembang dengan berbagai modifikasinya, antara lain: oxidation ditch dan kontak-stabilisasi. Dibandingkan dengan proses lumpur aktif konvensional, oxidation ditch mempunyai beberapa kelebihan, yaitu efisiensi penurunan BOD dapat mencapai 85%-90% (dibandingkan 80%-85%) dan lumpur yang dihasilkan lebih sedikit. Selain efisiensi yang lebih tinggi (90%-95%), kontak stabilisasi mempunyai kelebihan yang lain, yaitu waktu detensi hidrolis total lebih pendek (4-6 jam). Proses kontak-stabilisasi dapat pula menyisihkan BOD tersuspensi melalui proses absorbsi di dalam tangki kontak sehingga tidak diperlukan penyisihan BOD tersuspensi dengan pengolahan pendahuluan.

· Reuse :

Limbah yang dihasilkan dari proses pembuatan tahu dapat digunakan sebagai alternatif pakan ternak. Hal tersebut dilakukan karena dalam ampas tahu terdapat kandungan gizi. Yaitu, protein (23,55 persen), lemak (5,54 persen), karbohidrat (26,92 persen), abu (17,03 persen), serat kasar (16,53 persen), dan air (10,43 persen). Salah satu alasannya, selain untuk mengurangi pencemaran lingkungan, khususnya perairan.

· Recycle :

Larutan bekas pemasakan dan perendaman dapat didaur ulang kembali dan digunakan sebagai air pencucian awal kedelai. Perlakuan hati-hati juga dilakukan pada gumpalan tahu yang terbentuk dilakukan seefisien mungkin untuk mencegah protein yang terbawa dalam air dadih.

3. Materi

Perombakan (degradasi) limbah cair organik akan menghasilkan gas metana, karbondioksida dan gas-gas lain serta air. Perombakan tersebut dapat berlangsung secara aerobik maupun anaerobik. Pada proses aerobik limbah cair kontak dengan udara, sebaliknya pada kondisi anaerobik limbah cair tidak kontak dengan udara luar.

Biasanya biogas dibuat dari limbah peternakan yaitu kotoran hewan ternak maupun sisa makanan ternak, namun pada prinsipnya biogas dapat juga dibuat dari limbah cair. Biogas sebenarnya adalah gas metana (CH4). Gas metana bersifat tidak berbau, tidak berwarna dan sangat mudah terbakar. Pada umumnya di alam tidak berbentuk sebagai gas murni namun campuran gas lain yaitu metana sebesar 65%, karbondioksida 30%, hidrogen disulfida sebanyak 1% dan gas-gas lain dalam jumlah yang sangat kecil. Biogas sebanyak 1000 ft3 (28,32 m3) mempunyai nilai pembakaran yang sama dengan 6,4 galon (1 US gallon = 3,785 liter) butana atau 5,2 gallon gasolin (bensin) atau 4,6 gallon minyak diesel. Untuk memasak pada rumah tangga dengan 4-5 anggota keluarga cukup 150 ft3 per hari.

Proses dekomposisi limbah cair menjadi biogas memerlukan waktu sekitar 8-10 hari. Proses dekomposisi melibatkan beberapa mikroorganisme baik bakteri maupun jamur, antara lain :

a. Bakteri selulolitik

Bakteri selulolitik bertugas mencerna selulosa menjadi gula. Produk akhir yang dihasilkan akan mengalami perbedaan tergantung dari proses yang digunakan. Pada proses aerob dekomposisi limbah cair akan menghasilkan karbondioksida, air dan panas, sedangkan pada proses anaerobik produk akhirnya berupa karbondioksida, etanol dan panas.

b. Bakteri pembentuk asam

Bakteri pembentuk asam bertugas membentuk asam-asam organik seperti asam-asam butirat, propionat, laktat, asetat dan alkohol dari subtansi-subtansi polimer kompleks seperti protein, lemak dan karbohidrat. Proses ini memerlukan suasana yang anaerob. Tahap perombakan ini adalah tahap pertama dalam pembentukan biogas atau sering disebut tahap asidogenik.

c. Bakteri pembentuk metana

Golongan bakteri ini aktif merombak asetat menjadi gas metana dan karbondioksida. Tahap ini disebut metanogenik yang membutuhkan suasana yang anaerob, pH tidak boleh terlalu asam karena dapat mematikan bakteri metanogenik.

4. Biaya:

  • Biaya Langsung

- Biaya bahan baku : Kacang Kedelai, mikroorganisme atau bakteri pendukung proses pengolahan

  • Biaya tidak Langsung : upah pekerja, perawatan peralatan.

5. Energi

Penggunaan limbah tahu cair sebagai bahan baku pembuatan biogas memanfaatkan bahan-bahan yang dapat diperbaharui seperti penggunaan bakteri atau mikroorganisme pada proses pengolahannya. Sehingga pada proses pengolahan tersebut dapat mengemat energi.

5. Produk Baru

Produk yang dihasilkan dari pengolahan limbah tahu cair adalah biogas. Bio gas sangat bermanfaat bagi alat kebutuhan rumah tangga/kebutuhan sehari-hari, misalnya sebagai bahan bakar kompor (untuk memasak), lampu, penghangat ruangan/gasolec, suplai bahan bakar mesin diesel, untuk pengelasan (memotong besi), dan lain-lain. Sedangkan manfaat bagi lingkungan adalah dengan proses fermentasi oleh bakteri anaerob (Bakteri Methan) tingkat pengurangan pencemaran lingkungan dengan parameter BOD dan COD akan berkurang sampai dengan 98% dan air limbah telah memenuhi standard baku mutu pemerintah sehingga layak di buang ke sungai. Bio gas secara tidak langsung juga bermanfaat dalam penghematan energi yang berasal dari alam, khususnya sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (minyak bumi) sehingga sumber daya alam tersebut akan lebih hemat dalam penggunaannya dalam jangka waktu yang lebih lama lagi.