Rabu, 09 November 2011

seputar bakso

Oleh : Muhammad Rohman

Sekitar ribuan tahun yang lalu, bakso pertama kali diperkenalkan di Indonesia oleh orang-orang China pada masa kerajaan Majapahit maupun Sriwijaya. Hingga sekarang bakso merupakan produk olahan pangan yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Di Negara lain seperti Malaysia, Singapura, Hongkong, Australia, dan lain-lain mengenal bakso dengan sebutan “Meatball”. Umumnya, negara-negara tersebut menghidangkan bakso dicampur dengan sup. Di Indonesia memiliki cara penyajian yang berbeda, yaitu memakai campuran mie dan sebagainya, sehingga mempunyai ciri khas tersendiri.

Saat ini omset pedagang mie dan bakso lokal di Indonesia mencapai triliunan rupiah per hari. Omset tersebut dihitung dari total pedagang mie dan bakso yang mencapai 4,5-5 juta pedagang. Dari jumlah itu rata-rata omset pedagang bakso mampu memutar roda ekonomi sebanyak 25 juta orang. Dengan omset satu pedagang Rp. 200.000 per harinya. Maka omset pedagang bakso mencapai 1 triliun per hari.

Bisnis bakso salah satu bisnis makanan yang tidak ada habisnya. Hampir semua orang menyukai makanan yang menggugah selera ini. Tetapi di tengah kejenuhan bisnis bakso di Indonesia, pedagang-pedagang yang menyajikan bakso berbeda/khas yang akan lebih disukai oleh konsumen. Misalnya, khas dalam bentuk baksonya (ada bakso gepeng, kotak, bentuk love atau bakso cinta), k
has dalam perbedaan proses (bakso bakar, bakso goreng), khas dalam penyajian, ataupun dekorasi tempat.

Di Indonesia, produsen bakso umumnya terbagi menjadi 2 jenis, yaitu : Bakso yang dihasilkan melalui proses industri, dan bakso yang dihasilkan oleh pedagang mie bakso.

Perbedaan
antara bakso yang dihasilkan oleh industri dengan pedagang
Bakso yang dihasilkan oleh pabrik/industri biasanya selalu lebih banyak dari pada bakso yang dihasilkan oleh ped
agang mie bakso setiap harinya. Hal ini dikarenakan pangsa pasar yang berbeda antar keduanya. Bakso yang dihasilkan oleh pabrik dipasarkan ke banyak market, seperti supermarket, pasar tradisional, agen, pedagang bakso, dan pedagang lainnya yang menggunakan bahan baku bakso. Sedangkan pangsa pasar pedagang mie bakso adalah para konsumen akhir. Bakso yang dihasilkan oleh pabrik biasanya dikemas dalam kemasan plastick HDPE, PE, dan kemasan vakum. Setelah itu disimpan di suhu Chiller atau di suhu Freezer.

Sedangkan bakso yang dihasilkan oleh pedagang mie tidak dikemas melainkan langsung disajikan dalam mangkok. Peralatan yang digunakan oleh pabrik lebih lengkap dibandingkan peralatan yang dimiliki pedagang
mie bakso. Peralatan indstri umumnya Mesin Penggiling Daging (Grinder), Bowl Cutter, Mesin Pencetak Bakso Digital, Bak Perebusan, Mesin Pengering, dan Mesin Sealing. Sedangkan pedagang mie bakso memiliki peralatan yang sederhana, misalnya panci dan kompor untuk merebus. Pedagang mie bakso biasanya menggiling daging di pasar tradisional lewat jasa penggilingan dan pengadukan. Pada intinya, proses pembuatan bakso antara keduanya sama, tidak ada yang berbeda. Hanya saja faktor peralatan dan segmen pasarlah yang membedakan. Prinsip pembuatannya pun sama, yaitu membuat bakso yang kenyal dan kres. Untuk menghasilkan bakso yang kenyal dan kres diperlukan bahan-bahan yang berkualitas, serta proses yang benar.

DAGING

Daging yang digunakan untuk membuat bakso pada umumnya yaitu daging sapi, daging ayam, ikan, udang dan cumi. Hampir semua bakso yang ada di pasaran adalah bakso daging sapi. Hal ini dikarenakan konsumen lebih menyukai tekstur daging sapi yang kenyal, kres, dan berserat. Membuat bakso daging sapi dapat menggunakan daging segar atau daging beku. Daging sapi segar bisa dibeli di pasar tradisional, swalayan, dan supplier. Daging yang enak untuk dibuat bakso adalah daging yang memiliki kadar protein yang tinggi dibandingkan dengan kadar lemaknya, sehingga menghasilkan produk yang kenyal dan kres. Nilai PH daging juga harus diperhatikan, daging yang baik untuk diolah menjadi bakso adalah daging yang memiliki PH netral (PH 7). Selain daging segar, bahan baku yang digunakan bisa berupa daging beku. Daging beku biasanya digunakan oleh para industri olahan daging, dengan menggunakan mesin pemotong daging beku. Bagi para pedagang bakso tidak tepat jika menggunakan daging beku, karena mereka akan mengalami kesulitan dalam menggiling daging beku dengan mesin yang mahal. Bagaimanapun daging segar yang didapat dengan segera dari pemotongan sapi itulah daging yang sangat bagus untuk dijadikan olahan. Daging segar belum mengalami pengolahan lebih lanjut sehingga mutunya terjaga.

Daging ayam : Bakso daging ayam termasuk produk yang masih baru di pasaran. Walaupun belum sepopuler daging sapi, bakso daging ayam sudah banyak
penggemarnya. Tekstur daging ayam lebih lembut dan halus dibandingkan daging sapi. Warna bakso ayam juga lebih cerah disbanding bakso daging. Bakso daging ayam yang dibuat menggunakan daging ayam tanpa tulang atau sering disebut “Boneless”. Biasanya bagian yang sering digunakan yaitu bagian dada dan paha. Daging ayam bagian dada (Boneless dada) akan menghasilkan bakso yang berwarna keputihan atau cerah dan rasanya lebih kres. Sementara itu, daging bagian paha (boneless paha) akan menghasilkan rasa bakso yang gurih tetapi tidak lebih kres dibandingkan boneless dada. Sama halnya seperti daging, bakso d aging ayam dapat diolah dengan menggunakan daging ayam segar maupun daging ayam beku.










Bonelesss Paha dan Boneless Dada


Ikan
: Bakso ikan terkenal dengan aromanya yang khas. Bakso ikan paling enak dinikmati dengan cara menggorengnya, sehingga rasa amis tidak begitu terasa. Jenis ikan yang bagus adalah ikan yang memiliki duri menyebar dan mudah dikeluarkan during, serta yang memiliki
serat yang banyak. Contoh ikan yang bagus untuk diolah menjadi bakso adalah ikan tenggiri, ikan kakap, ikan tuna. Biasa yang digunakan oleh pabrik bakso ikan adalah ikan mata goyang, dan ikan kuniran dikarenakan harganya yang murah. Jenis daging yang digunakan biasanya berupa fillet ikan segar dan fillet ikan beku.

Fillet Ikan

Udang dan cumi : Bakso udang dan cumi merupakan bakso yang mahal, dikarenakan bahan bakunya yang
mahal. Biasanya bakso ini dikonsumsi oleh konsumen kalangan menengah ke atas. Karakteristik bakso ini memiliki tekstur yang lebih lembut disbanding bakso jenis yang lainnya. Daging udang dan cumi cepat sekali mengalami kerusakan sehingga jika belum digunakan, harus segera disimpan di dalam lemari es agar suhunya tetap dingin. Udang dan cumi yang cocok diolah menjadi bakso adalah yang masih dalam keadaan segar. Cumi yang segar terlihat pitih dan kenyal, selaput atau kulit cumi yang berwarna ungu harus dikupas agar penampilan bakso yang dihasilkan bagus. Udang sebaiknya dipilih yang sudah dikupas dan ukurannya kecil (karena harganya lebih murah). Sama seperti yang lain selain bisa menggunakan udang dan cumi yang segar, bisa juga digunakan udang dan cumi yang beku.

TEPUNG : Selain daging, bahan yang dapat mendukung pembuatan bakso adalah bahan tepung. Ada tiga ma
cam tepung yang biasa digunakan, yaitu tepung pengisi (filler), modified starch (tepung pati yang sudah dimodifikasi), dan tepung pengenyal.
Tepung pengisi : Ada beberapa variasi tepung pengisi yang digunakan dalam pembuatan bakso, antara lain : Tepung tapioka, tepung sagu aren, tepung kentang, dan tepung jagung. Tepung tapioka, harganya paling murah dan mudah diperoleh. Tepung tapioka memiliki tingkat elastisitas yang tinggi, tetapi tidak bisa cepat masak pada suhu rendah.

Tepung Tapioka

Tepung sagu aren, sifatnya hampir sama dengan tepung tapioka. Jika ingin menggunakan tepung sagu pilih yang berwarna putih cerah sehingga menghasilkan bakso yang bagus.

Tepung kentang, adonan yang menggunakan tepung ini akan memiliki tekstur yang lebih lembut dibandingkan dengan menggunakan tepung tapioka. Jika menggunakan tepung kentang proses pemasakan bakso tidak membutuhkan
waktu lama. Tepung kentang lebih mudah menjadi gel (lebih cepat masak) pada suhu yang lebih rendah.

Tepung Kentang (Potato Starch)

Tepung jagung biasanya digunakan sebagai kombinasi tepung lain untuk bakso yang diolah dengan cara digoreng. Rasa jagung yang gurih degan tekstur yang renyah memang sangat cocok untuk bakso goreng.

Tepung Jagung (Corn Starch)

Modified Starch (Tepung pati yang sudah dimodifikasi) : Tepung ini bisa berasal dari pati tapioka, kentang, atau gandum yang telah mengalami modifikasi. Tepung ini berfungsi untuk menjaga elastisitas adonan serta mencegah agar bakso tidak berkeriput dan berlubang seperti pori-pori. Tepung ini bisa menjadikan adonan tetap kompak dan kenyal. Selain itu tepung ini bisa membantu mengikat air yang lepas ketika proses pencacahan dan pemasakan. Tepung ini bisa membentuk gel pada suhu 80C sehingga bisa langsung menangkap air yang keluar pada saat proses perebusan. Kandungan air mempengaruhi tekstur bakso. Hasilnya, adonan bakso tidak kering, tetapi tetap juicy (berair).

Tepung pengenyal : Bahan pengenyal ini terbuat dari bahan alami yang bisa mengenyalkan atau membuat adonan bakso menjadi elastis. Bahan pengenyal ini berupa serbuk tepung berwarna krem, beraroma netral, berasa agak asin, dan terasa sedikit licin di lidah. Bahan pengenyal ini bisa ditambahkan sebanyak 2-3% dari total adonan bakso. Jika total adonan bakso 1.000 gram (1 kg), bahan pengenyal yang ditambahkan sebanyak 20-30 gram. Dalam pemakaiannya, bahan pengenyal dicampurkan dengan tepung (tapioka, kentang atau jagung).

BAHAN TAMBAHAN

Fosfat : Fosfat sangat dibutuhkan untuk membuat bakso. Fosfat biasanya seing disebut STPP (Sodium Tripolifosfat). Fosfat berfungsi sebagai penahan (pelindung) agar cairan yang ada di dalam adonan bakso tidak keluar selama penyimpanan dan pemasakan, sehingga bakso tetap juicy. Fosfat juga dapat mencegah terbentuknya permukaan kasar dan rekahan pada bakso. Fosfat berbentuk serbuk, berwarna putih, jika diraba terasa lengket, tidak mudah menggumpal ketika dicampur dengan adonan. Penggunaan polifosfat biasanya 0,75% dari berat daging. Penambahan fosfat yang lebih tinggi dapat menyebabkan rasa getir atau pahit.

STPP (Sodium Tripolifosfat)

Garam : Selain penggunaannya bertujuan untuk meningkatkan cita rasa, garam juga berperan sangat penting dalam pembuatan bakso. Garam berfungsi sebagai pelarut protein daging, yaitu protein myofibril, sehingga bakso menjadi kenyal dan kres. Selain itu, garam juga berfungsi pengawet dan meningkatkan daya ikat air dari protein daging. Garam yang bagus digunakan adalah garam halus. Garam halus lebih mudah tercampur dengan adonan bahan lain dibandingkan garam kasar. Biasanya garam ditambahkan 2% dari berat daging atau sesuai dengan selera.

Garam

MSG (Monosodium Glutamat) : MSG dengan garam sama-sama memiliki fungsi pemberi cita rasa pada bakso. Tetapi rasa yang muncul dari MSG ini adalah berupa rasa umami. Pemakaian MSG umumnya berkisar antara 1 – 2,5% dari berat daging. MSG sering disebut masyarakat Indonesia dengan sebutan mecin.

Penyedap Rasa (Monosodium Glutamat)

Bahan pengawet : Pengawet yang digunakan dalam bakso biasanya berupa Natrium Benzoat. Pemakaian benzoate dilakuakn dengan cara mencampurkannya ke dalam adonan bakso, sebanyak 0,1% dari berat adonan. Menkes RI membatasi penggunaan benzoat dalam produk pangan maksimum 0,1% dari berat produk.

Bahan Pengawet (Natrium Benzoat)

ES Batu : Es salah satu bahan tambahan yang wajib dalam pembuatan bakso. Jika tidak ada es, pembuatan bakso tidak akan berhasil. Fungsi es adalah menjaga agar adonan tetap dalam keadaan ber
suhu rendah. Dalam adonan, air yang berasal dari es berfungsi untuk melarutkan garam dan menyebarkannya secara merata keseluruh bagian masa daging, memudahkan ekstraksi protein dari daging dan membantu dalam pembentukan emulsi. Es ditambahakn sampai adonan mencapai tekstur yang dikehendaki. Jumlah penambahan es dipengaruhi oleh jumlah tepung yang ditambahkan. Semakin banyak penambahan tepung, semakin banyak es yang harus ditambahkan. Biasannya es yang digunakan berkisar antara 20-50% dari berat adonan.

Es Batu

Tawas (Al2(SO4)3) : Tawas digunakan dalam air yang digunakan untuk merebus bakso. Tujuannya untuk mengeraskan permukaan bakso dan member warna yang cerah. Jumlah penggunaannya sekitar 1 – 2 gram/liter air.

Tawas

PEMBUATAN BAKSO
Pembuatan bakso terdiri dari persiapan bahan, penghancuran daging, pencampuran bahan dan pembuatan adonan, pencetakan dan pemasakan. Persiapan bahan meliputi pemilihan daging dan penyiangan bahan tambahan lainnya. Daging bisa dipilih yang segar, bersih atau dibersihkan d
ari lemak permukaan dan jaringan ikat atau urat.

Penghancuran daging bertujuan untuk memecah serabut daging dan memudahkan proses pengadukan sehingga protein yang larut dalam larutan garam akan mudah keluar. Penghancuran daging untuk bakso dapat dilakukan dengan cara mencacah, menggiling atau mencincang sampai lumat. Alat yang biasa digunakan antara lain pisau, pencincangan (chopper), pemotongan (meat saw) atau pe
nggiling (Grinder).












Mesin Penggiling Daging (Grinder) dan Mesin Pemotong Daging (Meat Saw)

Pembentukan
adonan dapat dilakukan dengan mencampur seluruh bagian bahan kemudian menghancurkannya sehingga membentuk adonan. Dalam kapasitas besar biasanya menggunakan mesin pengaduk (bowl cutter). Mesin ini terdiri dari mangkok besar yang berputar dan didalamnya terdapat pisau pemotong yang berputar. Memasukkan bahan-bahan ke dalam mesin ini tidak secara langsung, tetapi bertahap dan berurutan. Biasanya urutan pertama bahan yang dicampurkan yaitu daging kemudian es batu, tepung, bumbu, dan terakhir es batu lagi.
Mesin Pengaduk Adonan Bakso (Bowl Cutter)

Pemasakan bakso biasanya dilakukan dua tahap. Tahap pertama, bakso dipanaskan dengan suhu 60-80C, sampai bakso mengeras dan mengambang dipermukaan air. Pada tahap selanjutnya, bakso dipanaskan kembali dengan air mendidih sampai matang. Waktu kematangan yang dicapai bervariasi, tergantung bahan yang digunakan dan besar kecilnya ukuran bakso. Setelah melalui proses perebusan bakso dimasukkan ke dalam suhu dingin 0-5C (Cooling Down). Hal ini dimaksudkan untuk membunuh mikroba thermofilik (bakteri tahan suhu panas) dan mempercepat proses pengeringan bakso. Setelah itu, bakso dikeringkan dan dikemas. Hal yang harus diperhatikan dalam proses pengeringan adalah suhu akhir bakso. Biasanya berkisar 25-30C, jika lebih tinggi akan menimbulkan embun dalam kemasan.

Referensi :
  • A, Yuyun. 2008. Panduan Wirausaha Membuat Aneka Bakso. Jakarta : Agro Media
  • Anonim. Tekno Pangan dan Agroindustri. Bogor : Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor
  • www.antaranews.com

3 komentar:

nadyai mengatakan...

bagaimana untuk menghilangkan bau amis dari udang dan cumi yang digunakan untuk membuat bakso? apakah ada alternatif pengawet lain, yang lebih alami mungkin, namun dapat mengawetkan bakso sama baiknya dengan pengawet sintetis? apakah aman dikonsumsi untuk orang yang mempunyai aleregi?

http://nadyai09.student.ipb.ac.id

Muhammad Rohman mengatakan...

Salam kenal saya Rohman,

Memang kendala membuat produk bakso dari olahan seafood adalah masalah aroma amis yang sering muncul. untuk menghilangkan bau amis, mba Nadya bisa menambahkan daun seledri pada saat ikan/cumi/udang digiling. atau bisa juga, setelah ikan digiling bisa ditetesi jeruk nipis.

Untuk pengawet alami bakso, bisa memakai kitosan yang relatif aman bagi tubuh.

sumber : http://seputarpanganindustri.blogspot.com/2010/05/bakso-oleh-muhammad-rohman-sekitar.html

Resep Bakso Ikan

Resep Bakso Ikan
hits 1339

Bahan:

  • 250 gram daging ikan tenggiri, dihaluskan
  • 25 gram sagu
  • 50 gram tepung kanji
  • 30 ml air es

Bumbu Halus:

  • 1 sendok teh garam
  • 2 siung bawang putih
  • 1/2 sendok teh merica

Cara Membuat:
1. Aduk semua bahan dan bumbu halus, lalu uleni dan banting-banting sampai kalis.
2. Didihkan air dalam panci. Kepalkan adonan lalu remas. Keluarkan dari ibu jari dan telunjuk. Ambil adonan dengan sendok lalu masukkan dalam air mendidih. Rebus hingga terapung, angkat.
3. Sajikan dengan kuah panas. Bisa ditambah dengan mie dan bawang goreng.

Untuk: 18 buah

KUAH BAKSO

Bahan:

  • 1500 ml kaldu sapi
  • 2 sendok makan daun bawang, iris halus
  • 2 sendok makan daun seledri, iris halus
  • 3 sendok makan bawang goreng
  • 2 sendok makan minyak goreng

Bumbu Halus:

  • 3 siung bawang putih
  • 1 sendok teh merica bubuk
  • 1 1/2 sendok teh garam

Cara Membuat:

  • Tumis bumbu halus hingga harum lalu tuang ke dalam kaldu yang dididihkan. Tambahkan daun bawang dan seledri. Angkat dan sajikan dengan bakso dan taburan bawang goreng.

annuryah - Ibukitakartini.com

http://www.ibukitakartini.com/wanita/resep-bakso-ikan/

5 Makanan Peredam Emosi

Makanan Peredam Emosi
hits 1907

Beberapa makanan yang fungsinya memberikan ketenangan dan mendinginkan akan dibahas kali ini. Bukan sekedar makanan dingin yang dimasukkan ke dalam lemari es yang dapat meredakan amarah anda. Beberapa jenis makanan ini memiliki sifat dasar mendinginkan, menyegarkan dan menyeimbangkan kembali hawa panas pada tubuhmu. Makanan ini mungkin tak dapat membuatmu langsung tenang, namun efeknya berjalan merambat meredakan emosi di dalam dirimu.

Lidah Buaya

Tersedia dalam bentuk kalengan, lidah buaya dapat dijadikan campuran es buah. Tak hanya kandungan vitamin E saja yang baik untuk kulit anda, tetapi sifat dasar lidah buaya ini adalah makanan yang meredakan emosi. Membuat anda merasa dingin dan nyaman. Emosi yang berkobar di dalam hati andapun pun perlahan mulai dibekukan olehnya.

Semangka

Tak peduli dalam bentuk jus atau buah segar, Semangka yang merah merona ini juga akan membantu anda merasa lebih nyaman dan rileks. Emosi yang meluap-luap kembali diimbangi dengan rasa dingin dan segar yang merasuk pada tubuh anda. Kaya akan vitamin C dan antioksidan, Semangka segar dapat menjadi pilihan makanan pereda emosi anda. Dengan catatan, jangan terlalu banyak mengonsumsinya, karena Semangka juga memiliki kemampuan menurunkan tekanan darah.

Cincau

Semua tahu si hitam yang biasa dipakai di dalam campuran es ini. Berasal dari daun-daunan merambat, seratnya yang tinggi akan membantu anda memperlancar pencernaan. Tak hanya itu, sama halnya dengan makanan pereda emosi lainnya, cincau juga menjaga keseimbangan emosi anda. Tapi hati-hati memilih cincau, beberapa cincau yang dijual di pasaran memiliki kandungan pewarna yang tinggi, yang pastinya tidak akan memberikan efek sehat bagi anda.

Selasih

Kali ini beberapa petani Selasih mengemasnya dalam plastik kemasan dan siap untuk anda tambahkan pada es buah. Selasih juga mampu memberikan efek nyaman, segar dan dingin pada anda. Bahkan jaman dahulu, nenek moyang kita memanfaatkannya untuk mereka yang menderita sakit tenggorokan.

Agar-agar
Tak sama jika anda memilih jelly yang kenyal dan menyenangkan. Agar-agar yang murni dari bahan alami hasil laut ini mungkin akan terasa sedikit membosankan. Tetapi jangan salah, makanan yang kaya akan vitamin E dan serat ini merupakan salah satu makanan hebat pereda emosi anda. Juga memiliki sifat dingin, emosi anda yang berapi-api akan luntur sedikit demi sedikit.

Hima - Ibukitakartini.com

http://www.ibukitakartini.com/wanita/5-makanan-peredam-emosi/


Minggu, 06 November 2011

TIPS - AGAR DAGING SATE LEBIH EMPUK

Berikut adalah tips yang menarik untuk membuat daging sate lebih empuk. Karena lain dengan sup atau masakan berkuah lainnya, sate tidak bisa direbus terlebih dahulu untuk membuatnya lebih empuk… bagaimana caranya agar daging sate yang kita buat lebih empuk, berikut tipsnya :
  1. Sebelum dibakar, lumuri daging sate yang sudah ditusuk dengan sedikit tepung kanji.
  2. Pada saat dibakar, jangan sampai daging terkena api secara langsung. Proses pada saat membakarnya harus hati-hati. Jangan terlalu lama tapi cukup sampai dagingnya berubah warna saja. Bisa juga dengan bantuan daun pepaya, daging yang akan disate sebelum ditusukkan ke tusuk sate sebaiknya dibungkus dengan menggunakan daun pepaya selama ± 20 menit. Setelah diperam lalu sate dapat ditusukkan dan kemudian siap dibakar.
  3. Agar tidak amis daging yang akan digunakan untuk membuat sate dapat direndam dengan menggunakan air kelapa. Cara ini hanya berlaku untuk daging kambing, ikan tongkol.
  4. Atau dapat juga menggunakan nanas seperti cara dibawah ini:
  • Ambil 1 buah nanas matang, kupas hingga bersih dan buatlah jus nanas.
  • Kemudian rendam daging yang sudah ditusuk ke dalam air nanas (jus nanas), biarkan 5-10 menit.
  • Setelah direndam lalu sate sudah dapat dibakar seperti biasa
  • Jangan merendam daging lebih dam 10 menit, karena daging akan mudah hancur.
  • Semoga tips ini berguna


sumber : http://chefrudy.blogspot.com/2011/02/tips-agar-daging-sate-lebih-empuk.html

TIPS - AGAR DAGING SAPI CEPAT EMPUK

Banyak dari hidangan khas kita berbahan utama daging sapi. Sebut saja rendang, empal, atau sate. Memasaknya, diperlukan trik khusus. Tak hanya soal meracik bumbu, tapi juga memilih daging yang tepat untuk setiap masakan.

Trik empuk
Untuk masakan tumis, gunakan potongan daging yang empuk karena waktu memasak yang tak lama. Sementara untuk masakan rebus atau semur, sebaiknya gunakan daging yang lebih padat. "Terutama saat memasak makanan yang direbus lama atau diungkep, seperti rendang. Daging yang empuk lebih mudah hancur saat pemasakan berlangsung," ujar Sous Chef Prasetyo Widodo dari Satoo Restaurant, Hotel Shangri-La, Jakarta.

Daging empuk, memang lebih disukai karena tidak membuat gigi Anda bekerja keras. Itu sebabnya, potongan empuk seperti tenderloin relatif lebih mahal. Namun jangan kehabisan akal. Dengan cara khusus, tekstur daging bisa dibuat lebih empuk. Misalnya dengan menusuk-nusuk daging menggunakan jarum khusus. Anda juga bisa membungkus daging menggunakan daun pepaya atau menipiskan daging dengan memukul-mukul kedua sisinya menggunakan palu daging. Ada juga produk pengempuk daging berupa bubuk, namun cara ini mungkin dapat mengubah rasa daging. Anda tentu ingin rasa dan kesegaran daging tetap prima, kan?

Pada tingkat produsen, juga dikembangkan cara-cara yang lebih teknis. Seperti dry aged beef, daging sapi yang disimpan dalam kelembaban minimal. Setelah disembelih dan dibersihkan, daging disimpan dalam ruangan khusus dengan sirkulasi udara yang baik. Temperatur ruangan terjaga pada suhu 0-2 derajat Celcius dengan kadar kelembaban 60 persen.

Selama masa penyimpanan, tiga sampai empat minggu, enzim alami dalam daging sapi bekerja menguraikan jaringan-jaringan daging. Setelah itu daging dibersihkan, dipotong dan dijual kepada konsumen. "Alhasil daging yang dihasilkan lebih lembut dengan rasa yang lebih kaya," ujar Dwi Aryanto, Perishable Manager di Ranch Market The Landmark, Jakarta.

Cermat memilih
Kelezatan olahan daging ditentukan kualitas bahan yang digunakan. Pilihlah daging sapi berwarna merah segar. Daging berwarna merah gelap menandakan sapi yang dipotong sudah tua atau terlalu lama dipajang di etalase. Daging sapi segar berpenampilan sedikit mengilap tapi tidak berlendir. Saat dipegang tidak terasa lengket di tangan.

Perhatikan warna lemak daging. Menurut Dwi Aryanto, daging segar memiliki lemak berwarna putih dengan rona merah muda, bukan putih pucat.

Bila membeli daging dalam kemasan kedap udara, pilih yang dingin, tidak memiliki cairan berlebih yang menggenang di dalam kemasan, serta dikemas dengan baik tanpa ada kecacatan pada pembungkusnya.

Masak daging pada hari yang sama saat membelinya. Bila tak terpakai seluruhnya, simpan daging di dalam freezer. Hindari membekukan daging berulang kali karena dapat menghilangkan saripatinya.

recomended: http://female.kompas.com/read/xml/2010/12/11/09553168/agar.daging.sapi.cepat.empuk

http://chefrudy.blogspot.com/2011/01/agar-daging-sapi-cepat-empuk.html

Sabtu, 05 November 2011

Inilah Satu Rahasia Besar Di Balik Puasa Ramadhan


Dalam keadaan normal tubuh kita mendapatkan energi dan nutrisi dari luar tubuh melalui makanan, minuman dan radiasi. Ketika kita puasa disiang hari, dimana tidak ada asupan makan, aktifitas dan gerak kita akan membakar energi hingga habis.

Pertama-tama energi akan diperoleh dari glucosa hasil makan (sahur), setelah habis, energi diperoleh dari glicogen dalam darah. Bila kandungan glicogen berkurang, otak menyatakan lapar lalu menyuruh kita makan. Bila kita sedang berpuasa otak akan otomatis menghidupkan PROGRAM AUTOLISIS.

Semua makhluk hidup di bumi dibekali dengan sistem (fithrah) autolisis yang khas:
- Pohon berpuasa dengan menggugurkan daun
- Rumput dan biji berpuasa dengan berhenti tumbuh (dorman)
- Beruang berpuasa selama musim dingin
- Buaya berpuasa (aestivasi) selama musim panas
- Ikan paus dan burung berpuasa ketika bermigrasi
- Ikan salmon, pinguin, berpuasa ketika musim kawin
- Kuda, kucing, berpuasa ketika terserang penyakit hingga sembuh

Ketika autolisis diaktifkan, maka ia segera beraksi. Autolisis akan mencari database rancangan dasar (fithrah) manusia. Secara keseluruhan ada sekitar 50 trilyun sel penyusun tubuh yang terdiri dari sekitar 200 jenis sel. Berbekal data detail setiap sel autolisis menjelajah seluruh tubuh.

Autolisis mengerti bagaimana seharusnya kondisi sehat dari setiap jenis sel, dibagian tubuh mana seharusnya sel itu berada, dan berapa banyak jumlah dari tiap jenis sel yang ideal bagi tubuh.

Ia akan menghampiri sel-sel liar yang tidak terdapat dalam daftar fithrah, mengubah asam amino dan gula. Bila sel-sel liar habis, ia akan mendatangi timbunan lemak dalam tubuh dan membakar (oksidasi lemak) menjadi keton.

Dengan demikian Autolisis akan menghilangkan sel-sel rusak, sel sel mati, BENJOLAN hingga TUMOR serta timbunan lemak yang sering menjadi sarang zat beracun (baca:penyakit).

Sel-sel liar dan lemak yang telah dihancurkan akan dibawa ke Hati. Saat kita puasa, hati tidak disibukkan oleh hasil serapan dari Usus. Oleh karena itu hati akan bekerja penuh menyaring RACUN-RACUN hasil AUTOLISIS. Selanjutnya RACUN akan dibuang keluar tubuh. Disinilah proses DETOKSIFIKASI (pengeluaran racun/penyakit) terjadi.

Ketika berpuasa darah juga akan dipenuhi energi dan nutrisi yang sehat dan berkualitas tinggi, sehingga penggantian sel mati, perbaikan sel rusak, dan pembentukan sel baru, terjadi dengan kualitas prima.. Tubuh kita segera memiliki sel- sel baru dengan kualitas fithrah, sehat dan berfungsi baik kembali.

Ketika kita berpuasa, energi yang dihemat dari sistem pencernaan, akan digunakan untuk aktifitas sistem kekebalan tubuh dan proses berpikir oleh otak. Oleh karena itu dengan puasa penyakit lebih mudah disembuhkan dan kita lebih mudah menerima pelajaran maupun saat berpikir.

Namun dibalik semua itu, rahasia kemampuan autolisis terletak pada NIAT. Autolisis hanya akan aktif bila kadar glicogen darah berkurang dan otak menyimpulkan kita lapar dan harus makan namun kita berniat tidak makan alias BERPUASA. Autolisis tidak akan terjadi ketika tidak niat berpuasa. Inilah salah satu RAHASIA besar berpuasa...

Secara sederhana autolisis adalah sistem automatisasi dalam tubuh yang memformat ulang kondisi tubuh ke kondisi ideal.

Jika kita perhatikan uraian diatas, maka amat mengena sekali sabda Rasulullah SAW : Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah mewajibkan puasa Romadhan dan aku telah mensunnahkan menegakkan shalatnya (terawih), maka barangsiapa berpuasa dan menegakkannya mengharapkan ridho Allah SWT maka keluar dari dosa-dosanya seperti hari ibunya melahirkannya. (HR. Imam Ahmad, Nasai , Ibnu Majh).

Mengapa Puasa Dibatasi Subuh sampai Maghrib?
Produksi Enzim oksidasi asam lemak dalam tubuh terbatas dan akan habis bila kita berpuasa 16 jam. Bila kita memaksakan diri berpuasa maka kadar asam lemak dalam darah meningkat sehingga menyebabkan otak kita membengkak, pusing bahkan bisa menyebabkan koma. Oleh karena itu makan sahurlah mendekati imsyak dan segeralah berbuka waktu masuk waktu maghrib. Jadi kurang lebih kita berpuasa 13 - 14 jam. Subhanallah, 1400 tahun lalu Rosulullah pernah mengajarkannya pada kita.

“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka dan melambatkan sahur.” (HR. Ahmad)
Sungguh..... Allah tidak butuh apa-apa dari makhluk, tetapi Allah memberi petunjuk pada Makhluk agar kehidupan makhluk penuh dengan NIKMAT.

http://situslakalaka.blogspot.com/2011/08/inilah-satu-rahasia-besar-di-balik.html

Kamis, 03 November 2011

Trik Jitu Hilangkan Bau Amis Perlengkapan Dapur



Memasak menu istimewa nan lezat pun menjadi momen yang disenangi oleh kaum wanita. Sayangnya, beberapa olahan seperti ikan, telur, atau daging-dagingan, saat dimasak meninggalkan sisa bau amis pada peralatan dapur, seperti piring.

Terkadang bau amis sering membandel dan tetap menempel meskipun sudah dicuci dengan sabun. Namun bau amis sebenarnya juga bisa dihilangkan dengan bahan-bahan alami. Apa saja ya? Cek yuk:

1. Jeruk nipis
Cucilah piring dan perangkat masak menggunakan irisan jeruk nipis. Bau amis yang menempel pasti bisa hilang.

2. Cuka
Selain berfungsi untuk menambah rasa asam, ternyata cuka juga efektif untuk menghilangkan bau amis, terutama bau amis yang disebabkan oleh ikan. Rebus 1/2 gelas cuka yang dicampur dengan 1/4 gelas air selama 5-10 menit, setelah itu cucilah piring kesayangan. Niscaya bau amis akan hilang.

3. Teh
Ampas daun teh juga sangat efektif menghilangkan bau amis pada piring dan perangkat masak lainnya. Caranya dengan merebus ampas daun teh di dalam peralatan dapur yang sebelumnya sudah dicuci dengan air. Diamkan selama 20 menit maka bau amis akan terserap oleh ampas daun teh. Teh yang digunakan pun tidak perlu baru, Anda bisa menggunakan ampas teh sisa minuman semalam.

4. Kopi
Selain teh, cara lain untuk menghilangkan bau amis bisa menggunakan kopi. Caranya pun tidak berbeda dengan menggunakan teh. Rebus ampas kopi yang dicampur dengan air selama 5-10 menit, kemudian gunakan ampas airnya untuk mencuci.

5. Kemangi
Daun yang biasa dijadikan lalap ini mengandung aneka bahan kimia, seperti cinnamate, citronellol, geraniol,lonalool, myrcebe dan methyl chavicol. Fungsinya bisa menghilangkan bau-bau tidak sedap, seperti amis. Untuk itu, gunakan daun kemangi untuk menghilangkan bau amis dengan cara meremasnya untuk mencuci piring atau perangkat masak yang lain. Jika bau amis masih membandel, Anda bisa merendam semua peralatan makan Anda ke dalam air kemangi selama 15 menit.

Silakan coba ya!