Senin, 19 Maret 2012
empek empek dan alternatif
500 gr ikan
10 sdm air dingin
150 gr tp sagu
2 sdt garam
penyedap
bahan empek empek alternatif;
bahan biang ;
50 gr tp terigu
400 ml air
2 sdm garam
3 sdm minyak goreng
1sdt gula pasir
penyedap
bahan pencampur;
1 kg daging ikan tenggiri yg ditaruh di frezzer
1 kg tp sagu / kanji tani
cara membuat biang aduk jadi satu semua bahan dan rebus sampai meletup letup sambil di aduk aduk angkat dan dinginkan kemudian simpan dalam kulkas
cara membuat adonan dasar
, keluarkan daging ikan yg sudah beku.biarkan mencair
. keluarkan adonan biang dari kulkas
,campur 2 bag adonan daging dg 1 bag adonan biang
.tambahkan tp sagu sedikit dikit, aduk dg ujung jari asal tercampur dan bisa terbentuk
bila campuran terlalu keras .tambahkan lagi sedikit adonan biang agar lentur
sumber {http://tiraikasih.tripod.com/Cara_Membuat_Adonan_Pempek.htm
Senin, 06 Februari 2012
Kenali Sindrom Pohon Natal
Hidayatullah.com–Berdasarkan penelitan terbaru, pohon Natal bisa dipersalahkan atas sejumlah keluhan gangguan kesehatan, begitu dilansir The Telegraph (18/12/2011).
Dekorasi utama selama perayaan Natal itu dituding menjadi pemicu munculnya sejumlah keluhan sakit, mulai dari mengi (sesak napas/bengek), batuk, kelelahan dan insomnia.
Kondisi “Sindrom pohon Natal’ tersebut disebabkan oleh cendawan yang tumbuh di pohon-pohon Natal, di mana sporanya terhirup masuk ke dalam tubuh saat orang bernapas.
Sindrom itu ditemukan oleh ilmuwan dari Upstate Medical University, bagian dari Universitas Negeri New York, yang melakukan penelitian setelah mencermati adanya peningkatan sakit pernapasan beberapa pekan sebelum dan sesudah tanggal 25 Desember.
Tim peneliti mengumpulkan potongan dari 28 pohon Natal termasuk needle (pinophyta tumbuhan berdaun jarum, cemara) beserta kulit batangnya dari berbagai jenis, dan mereka menemukan 53 cendawan.
Dari cendawan-cendawan itu, sebanyak 70 persennya dapat menyebabkan hidung gatal, mata berair, batuk, napas pendek, dada sakit, hidung tersumbat, merasa lelah dan gangguan tidur.
Beberapa cendawan yang berhasil diidentifikasi bahkan dapat menyebabkan gangguan paru-paru dalam jangka panjang, bronkhitis dan pneumonia.
Cendawan itu secara alami tumbuh di jenis tanaman yang biasa dijadikan dekorasi pohon Natal. Dan dapat tetap tumbuh di udara hangat di dalam rumah.
Pada artikel yang ditulis tim peneliti dalam Annals of Allergy, Asthma and Immunology, juga dilaporkan tentang kajian lain yang menemukan bahwa setelah pohon Natal dipajang selama dua pekan, jumlah spora cendawan di udara bertambah dari 800 per 35 kaki kubik menjadi 5.000.
Pemimpin penelitian itu, Dr. Lawrence Kurlandsky, mengatakan bahwa ia merawat pasien-pasien di mana jelas terdapat hubungan antara penyakit dengan pohon-pohon Natal mereka.
“Saya punya pasien di mana terdapat hubungan antara penyakit dan keberadaan pohon Natal yang sangat jelas,” katanya.
“Saya jelaskan bahwa ada tempat-tempat yang lebih bagus untuk melewati malam Natal daripada pergi ke dokter, dan mungkin tidak usah pasang pohon atau pasang yang palsu saja,” kata Kurlandsky.
Jika orang bersikeras mau pasang pohon itu, Kurlandsky menyarankan agar dibersihkan terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam rumah dan cepat-cepat disingkirkan begitu hari Natal lewat.*
sumber : https://atifhidayat.wordpress.com/2011/12/29/kenali-sindrom-pohon-natal/
Selasa, 20 Desember 2011
Waspadai Kanker Otak Jika Sakit di Kepala Memuncak
KOMPAS.com - Anda sering mengalami sakit kepala yang berulang di bagian kepala yang sama? Jika iya, Anda perlu mencurigai rasa sakit tersebut. Sebab, bukan tidak mungkin, rasa sakit itu merupakan gejala awal penyakit kanker otak.
Kanker otak memang tak se-ngetop penyakit kanker lain, seperti kanker serviks atau kanker payudara. Namun, seperti kebanyakan penyakit kanker pada umumnya, kanker otak merupakan penyakit bersifat diam (silent killer) yang berbahaya.
Karena sifatnya itu, seringkali penyakit kanker otak baru terdeteksi setelah memasuki stadium lanjut. Jika rasa sakit di bagian kepala telah memuncak, ada kemungkinan, kanker itu telah menyebar ke bagian tubuh lain (metastasis). Kalau sudah begitu, penanganan kanker menjadi lebih rumit dan berisiko. "Oleh karena itu, masyarakat perlu melakukan deteksi sejak dini penyakit kanker otak," saran Fielda Djuita, spesialis radiologi Rumah Sakit Mochtar Riady Comprehensive Cancer Centre Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta.
Gejala kanker otak
Penyakit kanker otak, biasanya, bakal disertai gejala-gejala yang dapat terlihat atau terasa langsung oleh si penderita. Misalnya tubuh kejang-kejang, mual dan muntah, pandangan kabur, serta rasa sakit kepala. Oleh para ahli medis, kondisi demikian disebut sebagai gejala peningkatan tekanan dalam otak atau intracranial. "Kalau Anda mengalami gejala-gejala ini, ada kemungkinan, Anda menderita penyakit kanker otak," ujar Suhanto Kasmali, Kepala Bidang Pelayanan Medis Rumah Sakit Mediros, Jakarta.
Para pasien yang merasakan gejala-gejala tersebut, terlebih dahulu harus melakukan pemeriksaan menyeluruh pada bagian kepala dan otak. "Ini harus didiagnosa secara menyeluruh karena otak adalah bagian tubuh yang penting, tapi lunak," papar Suhanto.
Sebagai organ tubuh yang mengatur segala aktivitas tubuh (multitasking), otak terdiri dari tiga bagian, yakni otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum), dan batang otak (brain stem). Otak memainkan peran penting bagi kehidupan seseorang.
Otak merupakan tempat yang berbahaya jika menjadi lokasi atau situs berkembangnya tumor. "Biar jinak, tapi tetap harus diangkat. Namun, karena otak adalah organ yang lunak, sangat berisiko dalam memberikan penanganannya," tandas Fielda.
Lebih berbahaya lagi, para ahli medis belum dapat menyimpulkan penyebab berkembangnya tumor ganas atau kanker di otak. Yang pasti, kata Fielda, jika kasus kanker otak terjadi pada anak berusia di bawah 17 tahun, kemungkinan besar, penyebabnya faktor genetik. Sementara, penyebab kanker otak pada orang dewasa hingga kini masih dalam penelitian ahli.
Berdasarkan pendapat para ahli medis, pertumbuhan penderita kanker di negara berkembang, seperti Indonesia, akan bersifat masif. Sekitar 100 orang dari setiap 100.000 jiwa penduduk berisiko terkena penyakit kanker, termasuk kanker otak. Saat ini, penyebaran penyakit kanker otak di Indonesia boleh dibilang masih minim.
Menurut Fielda, setiap hari, terdapat sekitar 100 pasien yang mengantre mendapatkan penanganan radiologi untuk menyembuhkan penyakit kankernya. Memang penyakit kanker memerlukan waktu untuk beralih menjadi ganas. Tapi, akan lebih optimal bila penyakit kanker telah terdeteksi saat masih jinak. "Kalau masih dalam level stadium awal, kanker dapat sembuh total dan terkontrol," papar dokter yang juga bertugas di rumahsakit kanker Dharmais ini. (Raymond Reynaldi)
Tips Ampuh Cegah Migrain
KOMPAS.com — Migrain adalah salah satu jenis sakit kepala sebelah yang paling banyak dikeluhkan. Serangan sakit kepala migrain terasa lebih menyiksa dan terkadang datang tiba-tiba. Penderita migrain akan merasakan nyeri dan berdenyut seperti dipukul, ditarik-tarik, dan biasanya cenderung lebih sensitif terhadap cahaya dan suara. Hal itu tentu amat mengganggu dan bisa menghambat segala aktivitas si penderita.
Penyebab sakit kepala migrain masih menjadi misteri, tetapi ada beberapa pemikiran bahwa ketidakseimbangan dalam sistem saraf, terutama di saraf trigeminal, dapat menyebabkan migrain. Beberapa hal yang dapat memicu migrain di antaranya kecemasan, depresi, stres, kurang asupan makanan atau kurang tidur, alkohol, paparan cahaya, suara keras, dan perubahan hormonal (pada wanita).
Migrain dapat menimpa anak-anak maupun orang dewasa. Sebelum pubertas, anak laki-laki dan perempuan sama-sama mempunyai risiko terkena migrain, tetapi setelah pubertas, perempuan lebih mungkin terkena migrain ketimbang laki-laki.
Lantas, bagaimana cara untuk mencegah migrain? Ada beberapa tips yang dapat Anda gunakan untuk mencegah migrain.
1. Kurangi konsumsi alkohol dan kafein
Dengan mengurangi dua jenis minuman ini, Anda dapat mencegah sakit migrain. Hal yang sama berlaku untuk kebiasaan merokok atau terpapar asap. Untuk mengetahui apa saja makanan dan pemicu migren lainnya, sediakanlah buku catatan harian. Dengan catatan harian, Anda dapat melacak pemicu ketika sakit kepala Anda menyerang dengan melihat apa saja yang Anda makan hari itu. Setelah beberapa minggu, Anda akan mulai melihat pola yang akan membantu Anda mengidentifikasi makanan yang harus dihindari.
2. Jangan kurang tidur
Kurang tidur dan kebiasaan tidur yang buruk merupakan penyebab utama migrain. Pastikan Anda tetap mempertahankan pada jadwal tidur Anda minimal 7 jam sampai 8 jam setiap hari. Namun, Anda harus hati-hati karena tidur yang berlebihan (oversleeping) juga turut berperan dalam memicu migrain kronis.
3. Olahraga teratur
Olahraga yang teratur dapat mengurangi stres yang secara tidak langsung berkontribusi dalam mengurangi terjadinya migrain. Namun, jangan terlalu memberi porsi berlebihan dalam olahraga dan aktivitas fisik karena hal itu bisa menjadi salah satu pemicu migrain. Anda juga dapat mencoba latihan relaksasi seperti yoga atau meditasi.
4. Diet seimbang
Diet dapat memengaruhi migrain. Oleh karena itu, makanlah dengan diet seimbang dan hindari kebiasaan menunda-nunda makan. Diet seimbang yang diikuti dengan olahraga teratur dapat membantu menjaga dan menurunkan berat badan Anda.
5. Cukup minum
Kurang asupan air ternyata juga dapat memicu sakit migrain. Oleh sebab itu, penting untuk Anda minum air secukupnya setiap hari.
6. Hindari stres
Stres merupakan salah satu faktor pemicu untuk sakit kepala yang paling sering. Jadi, belajarlah untuk rileks dan mengurangi stres. Self-hypnosis dan metode relaksasi seperti teknik pernapasan dapat membantu Anda mengurangi serangan migrain
8 Makanan Pereda Sakit Kepala
KOMPAS.com - Ada berbagai jenis sakit kepala dengan tingkat berbeda-beda. Tetapi satu hal yang sama adalah datangnya sakit kepala membuat segala bentuk aktivitas menjadi terganggu.
Sakit kepala adalah gejala dari sejumlah ketidakseimbangan fisik dan mental. Sebagian dari kita biasanya meminum obat anti nyeri untuk meredakannya. Padahal, sebenarnya ada alternatif selain obat yang dapat membantu masalah sakit kepala. Beberapa makanan dan cairan diyakini dapat membantu mengusir rasa sakit di kepala. Inilah delapan di antaranya :
1. Kentang : Sakit kepala yang muncul akibat mabuk tak hanya disebabkan karena dehidrasi tetapi juga karena hilangnya elektrolit seperti kalium. Maka dari itu, menyantap makanan yang kaya akan kalium dapat membantu meringankan sakit kepala. Kentang mengandung banyak kalium yakni 100 gram, sedangkan kentang panggang (dengan kulitnya) mengandung kalium hingga 600 mg.
2. Pisang : Pisang tidak hanya kaya akan potasium tetapi juga magnesium (pisang ukuran sedang mengandung 10% dari rekomendasi asupan harian Anda). Magnesium dapat meringankan migrain Anda dan sakit kepala akibat stres. Sejumlah penelitian telah menghubungkan antara kekurangan magnesium dan sakit kepala migrain. Penelitian menujukkan bahwa sekitar separuh dari semua penderita migrain memiliki magnesium terionisasi dalam darah dalam jumlah sedikit.
Magnesium, yang dikandung dalam pisang, melindungi tubuh dari sakit kepala dengan cara merelaksasi pembuluh darah. Selain itu, magnesium memiliki efek menenangkan sehingga berguna untuk meredakan sakit kepala akibat tegang. Apricot kering, alpukat, almond, kacang mete, beras merah, kacang-kacangan dan biji-bijian merupkan makanan lain yang kaya akan magnesium.
3. Kopi : Kafein dalam kopi bermanfaat sekaligus berbahaya bagi korban sakit kepala. Kafein merupakan zat yang umum dalam resep dan obat-obatan bebas untuk sakit kepala karena dapat meredakan rasa nyeri dan 40% lebih efektif dalam mengobati sakit kepala. Kafein juga membantu tubuh menyerap obat sakit kepala lebih cepat, sehingga obat tersebut lebih cepat bekerja. Kafein bisa menjadi pereda sakit kepala yang sangat efektif, terutama migrain, tetapi jika dikonsumsi terlalu banyak bisa membuat sakit kepala kembali kambuh. Jadi, dianjurkan untk meminum kopi tidak lebih dari 2 atau 3 cangkir per hari.
4. Biji-biji serelia utuh (whole grain) : Jika Anda menjalani diet rendah karbohidrat, Anda akan mulai menguras sumber utama energi untuk otak, yakni cadangan glikogen. Selain itu juga menjadikan tubuh kehilangan cairan dengan cepat sehingga menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi bersamaan dengan berkurangnya energi ke otak bisa memicu timbulnya sakit kepala. Jika anda mengkonsumsi makanan-makanan karbo yang sehat seperti (biji-bijian seperti roti gandum, sereal gandum, oatmeal, dan buah), tidak hanya bisa mengusir rasa sakit pada kepala tetapi juga meningkatkan mood Anda.
5. Semangka : Dehidrasi adalah penyebab umum timbulnya sakit kepala, maka pertimbangkan untuk meminum banyak air dan mengasup makanan yang kaya akan air (seperti semangka). Buah yang kaya akan air ini juga mengandung mineral penting, seperti magnesium, yang merupakan kunci untuk mencegah sakit kepala. Anda juga dapat mencoba minuman olahraga berelektrolit jika mungkin mengalami sakit kepala setelah berolahraga dalam waktu yang lama karena kehilangan banyak mineral dalam tubuh.
6. Ikan : Ikan berlemak (seperti salmon, tuna, dan makarel) bermanfaat sebagai obat untuk sakit kepala migrain karena kaya akan asam lemak esensial, omega-3. Asam lemak omega-3 dapat menghambat peradangan yang sering memicu timbulnya migrain. Jika tidak bisa mengkonsumsi ikan ini setiap hari, tidak perlu khawatir. Anda dapat mengonsumsi suplemen minyak ikan dan menambahkan makanan seperti biji rami, walnut, tahu, dan kacang kedelai untuk tambahan omega-3 pada diet Anda.
7. Biji Wijen : Biji wijen kaya akan kandungan vitamin E dan dapat membantu menstabilkan kadar estrogen dan mencegah migrain selama periode Anda. Selain itu, biji wijen juga kaya akan magnesium, yang selanjutnya akan membantu pencegahan sakit kepala. Makanan lain yang mengandung vitamin E dalam jumlah tinggi antara lain, kacang-kacangan, minyak zaitun, dandelion, gandum, dan kentang manis.
8. Jahe : Selain menjadi obat untuk mual, jahe memiliki sifat anti-peradangan dan anti-histamin juga berguna untuk memerangi sakit kepala. Masaklah jahe tersebut atau kombinasikan dengan minuman lain seperti teh. (M10-11)
13 Cara Alternatif Mengusir Sakit Kepala
KOMPAS.com - Sakit kepala yang secara medis dikenal sebagai cephalalgia adalah kondisi terdapatnya rasa sakit di kepala, kadang di leher bagian belakang leher atau punggung bagian atas. Gangguan sakit kepala sekilas memang terlihat sebagai suatu masalah yang sepele, namun kondisi ini bisa sangat mengganggu aktivitas.
Ada banyak cara untuk mengatasi serangan sakit kepala, salah satunya dengan minum obat pereda nyeri. Namun ada pula beberapa cara alternatif yang bisa Anda gunakan untuk mengusir penderitaan akibat sakit kepala:
1. Biofeedback
Ini adalah suatu metode menggunakan sensor elektronik untuk memonitor fungsi tubuh seperti masalah ketegangan otot, suhu kulit, detak jantung, dan tekanan darah. Keterangan kondisi pasien biasanya akan terlihat melalui suara atau gambar di komputer. Studi menunjukkan, biofeedback sangat efektif untuk mengatasi migrain dan ketegangan di kepala. Sebuah analisis terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Headache menunjukkan terapi perilaku, seperti biofeedback, lebih hemat biaya dibandingkan pemberian resep obat.
2. Akupunktur
Dalam metode akupunktur, jarum tipis dimasukkan ke bawah lapisan kulit untuk menyetel kembali aliran energi, atau qi, di dalam tubuh. Sebuah analisis oleh para ahli yang dikenal sebagai Cochrane reviewmenemukan, akupunktur dapat membantu mencegah migrain akut dengan lebih sedikit efek samping. Bukti juga menunjukkan bahwa akupunktur dapat membantu orang dengan sakit kepala kronis
3. Pijat
Untuk pertolongan sementara sakit kepala, Anda bisa mencoba untuk menggosok pelipis atauleher, punggung, kepala, atau bahu. "Anda akan merasa lebih baik sementara waktu, tapi kemudian Anda harus melakukannya lagi," kata Salwa H. Hanna, MD, pemilik dan direktur medis dari Headache Clinic of Denver. Dalam sebuah penelitian kecil, penderita migren yang mendapatkansesi pijat selama enam minggu, frekuensi migrainnya cenderung berkurang dan mendapatkan kualitas tidur lebih baik.
4. Peregangan
Lakukan peregangan untuk mengurangi otot tegang yang memberi kontribusi terhadap nyeri. Cobalah tiga gerakan ini : gerakan leher (dagu ke depan, ke atas, dan ke samping kiri dan kanan); gerakan bahu (gerakan bahu ke atas, putar bahu ke depan dan belakang); dan leher isometrik (tangan menekan pada setiap sisi kepala). Lakukan peregangan dua kali sehari selama 20 menit per sesi. Tahan peregangan selama lima detik, relaks selama lima detik, dan ulangi setiap peregangan tiga sampai lima kali.
5. Aerobik
Latihan aerobik yang teratur, seperti jalan cepat, bersepeda, atau berenang, dapat mengurangi intensitas dan frekuensi migrain, menurut National Pain Foundation. Sebuah penelitian kecil yang dipublikasikan dalam jurnal Headache terhadap pasien migrain yang melakukan senam teratur selama 12-minggu dengan bersepeda di dalam ruangan menunjukkan, ada peningkatan kualitas hidup dan berkurangnya angka kejadian migrain, serta intensitas nyeri.
6. Meditasi
Berbagai teknik meditasi dapat digunakan untuk memfokuskan perhatian dan menenangkan pikiran dari gangguan seperti nyeri kronis. Pada titik ini, ada sedikit data tentang efek dari meditasi pada migrain. Para peneliti di Johns Hopkins School of Medicine, di Baltimore, yang terlibat dalam percobaan klinis mencoba menentukan apakah Vipassana - teknik meditasi kuno India yang berfokus pada pikiran - dapat mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan migrain dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Sebuah riset kecil pada penderita migrain menemukan bahwa meditasi spiritual mengurangi frekuensi sakit kepala dan toleransi nyeri yang lebih baik ketimbang meditasi sekuler dan relaksasi otot.
7. Yoga
Sebuah penelitian kecil mengenai sakit kepala melibatkan dua kelompok pasien migrain secara acak yang ditugaskan melakukan terapi yoga selama tiga bulan. Hasilnya, dibandingkan dengan kelompok kontrol, peserta yoga lebih sedikit mengalami serangan sakit kepala.
8. Latihan relaksasi
Menarik napas panjang, santai mendengarkan musik atau menggunakan pencitraan mental, dapat membantu orang rileks dan mungkin terhindar dari sakit kepala. Temuan ini perlu penelitian lebih lanjut.
Namun, sebuah penelitian terhadap 90 penderita sakit kepala menemukan bahwa pelatihan relaksasi dapat meningkatkan kualitas tidur lebih baik ketimbang akupunktur.
9. Terapi panas dan dingin
Siapapun dapat menggunakan terapi ini. Bahkan, tidak ada risiko bagi wanita hamil dengan sakit kepala. Untuk mengurangi rasa tegang di leher, Anda bisa memberikan sensasi panas ke bagian belakang leher. Untuk sakit kepala, Anda juga dapat menempelkan es ke daerah pelipis.
Menurut penjelasan Edmund Messina, MD, dokter yang berpraktik di Michigan Headache Clinic, pembuluh arteri yang menyuplai darah ke dura (lapisan otak) letaknya di belakang lapisan tulang tipis di daerah pelipis. "Dura akan meradang pada saat Anda mengalami migraine. Menurunkan suhu pada pembuluh darah yang melewati area tersebut diyakini dapat meredakan rasa sakit yang timbul," ujarnya.
10. Hindari nitrat dan nitrit
Para ahli menganjurkan untuk menghindari zat-zat yang dapat merangsang sakit kepala, termasuk nitrit dan nitrat dalam daging olahan dan monosodium glutamat (MSG) yang digunakan dalam makanan sebagai penambah rasa. Beberapa obat jantung juga mengandung nitrat.
Sementara itu, kafein, alkohol, phenylethylamine (yang ditemukan dalam coklat dan keju), tiramin (ditemukan dalam kacang-kacangan dan daging fermentasi, keju, dan kedelai), dan aspartam (pemanis buatan dalam makanan banyak) adalah sebagian pemicu dari sakit kepala.
11. Botox
Suntikan Botox telah disetujui FDA untuk mengobati orang dewasa dengan migrain kronis. Dua penelitian besar yang didanai oleh Allergan (pembuat Botox), menunjukkan penurunan frekuensi sakit kepala. Tapi kelompok yang menerima suntikan plasebo menunjukkan perbaikan juga. Namun, beberapa pihak masih mempertanyakan efektivitas terapi itu. "Botox menghasilkan euforia pada mereka yang ketagihan untuk itu, tapi aku belum pernahmelihat cara kerjanya," kata Dr Messina.
12. Stimulasi transkranial magnetik
Sebuah penelitian baru menemukan, ketika pasien diberik stimulasi magnetik transkranial pada otaknya, mereka mendapat pertolongan lebih baik dalam mengatasi masalah sakit kepala ketimbang mereka yang diobati dengan plasebo. Terapi yang bersifat noninvasif ini berlangsung selama satu atau dua jam dan dilakukan di suatu klinik khusus.
Terapi dilakukan dengan cara menempatkan koil elektromagnetik ke dekat kepala untuk mengirimkan sinyal atau gelombang. Namun demikian, stimulasi magnetik transkranial masih dianggap sebagai terapi eksperimental untuk mengobati migrain.
13. Elektroda implan
Problem sakit kepala kambuhan di masa depan mungkin akan terselesaikan dengan penggunaan elektroda yang ditanam di leher atau otak untuk meredakan nyeri.
Salah satu jenis terapi yang disebut stimulasi saraf oksipital, muncul sebagai pengobatan menjanjikan dalam pengobatan sakit kepala kluster dan migrain, meski terapi ini masih perlu dikaji melalui studi berskala besar. Dalam perawatan ini, elektroda ditanamkan di dasar tengkorak, dekat saraf oksipital.
Minggu, 18 Desember 2011
munisasi = Tipu Muslihat Yahudi Menghancurkan Umat Lain
