Senin, 28 November 2011

Kode Lemak Babi Yang Tersembunyi Di Makanan Kemasan

Salah seorang rekan saya bernama Shaikh Sahib, bekerja sebagai pegawai di Badan Pengawasan Obat & Makanan (POM) di Pegal, Perancis. Tugasnya, mencatat semua merk barang, makanan & obat-obatan. Produk apapun yang akan disajikan suatu perusahaan ke pasaran, bahan-bahan produk tesebut harus terlebih dulu mendapat ijin dari BPOM Prancis dan Shaikh Sahib bekerja di bagian QC. Tak heran jika ia mengetahui berbagai macam bahan makanan yang dipasarkan. Banyak dari bahan-bahan tersebut dituliskan dengan istilah ilmiah, namun ada juga beberapa yang dituliskan dalam bentuk matematis seperti E-904, E-141.

Awalnya, saat Shaikh Sahib menemukan bentuk matematis, dia penasaran lalu menanyakan kode matematis tersebut kepada orang Prancis yang berwenang dalam bidang itu. Orang Prancis menjawab, Kerjakan saja tugasmu, dan jangan banyak tanya ...! Jawaban itu, semakin menimbulkan kecurigaan Sahib, lalu ia pun mulai mencari tahu kode matematis dalam dokumen yang ada.

Ternyata, apa yang dia temukan cukup mengagetkan kaum muslimin dunia. Hampir di seluruh negara bagian barat, termasuk Eropa pilihan utama untuk daging adalah daging babi. Peternakan babi sangat banyak terdapat di negara- negara tersebut. Di Perancis sendiri jumlah peternakan babi mencapai lebih dari 42.000 unit.

Mengapa Lemak Babi Yang Dipilih
Jumlah kandungan lemak dalam tubuh babi sangat tinggi dibandingkan dengan hewan lainnya. Namun, orang Eropa & Amerika berusaha menghindari lemak-lemak itu. Yang menjadi pertanyaan dikemanakan lemak-lemak babi tersebut ? Babi-babi dipotong di rumah jagal yang diawasi BPOM, tapi yang bikin pusing POM adalah membuang lemak yang sudah dipisahkan dari daging babi.

Dahulu sekitar 60 tahun lalu, lemak-lemak babi itu dibakar. Kini mereka pun berpikir untuk memanfaatkan lemak-lemak tersebut.. Sebagai awal uji cobanya, mereka membuat sabun dengan bahan lemak babi, dan ternyata berhasil. Lemak-lemak itu diproses secara kimiawi, dikemas rapi dan dipasarkan.

Negara di Eropa memberlakukan aturan yang mewajibkan bahan setiap produk makanan, obat-obatan harus dicantumkan pada kemasan. Karena itu, bahan dari lemak babi dicantumkan dengan nama Pig Fat (lemak babi) pada kemasan produknya. Agar mudah dipasarkan, penulisan lemak babi dalam kemasan diganti dengan lemak hewan.

Ketika produsen ditanya pihak berwenang dari negara Islam, maka dijawab lemak tersebut adalah lemak sapi & domba. Meskipun begitu lemak-lemak itu haram bagi muslim, karena penyembelihannya tidak sesuai syariat Islam. Label baru itu dilarang keras masuk negara Islam, akibatnya produsen menghadapi masalah keuangan sangat serius, karena 75% penghasilan mereka diperoleh dengan menjual produk ke negara Islam, mengingat laba yang dicapai bisa mencapai miliaran dollar.

Akhirnya, mereka membuat kodifikasi bahasa yang hanya dimengerti BPOM, sementara orang lain tak ada yang tahu. Kode diawali dengan E ? CODES, E-INGREDIENTS, ini terdapat dalam produk perusahaan mutinasional, antara lain :

1. pasta gigi, pemen karet, cokelat, gula2, biskuit, makanan kaleng,
2. buah2an kaleng, dan beberapa multivitamin serta masih banyak lagi jenis makanan & obat2an lainnya.

Karena itu, saya mohon kepada sesama muslim dimana pun, untuk memeriksa secara seksama bahan2 produk yang akan kita konsumsi dan mencocokannya dengan daftar kode E-CODES, berikut ini karena produk dengan kode-kode di bawah ini, positif mengandung lemak babi :

E100, E110, E120, E-140, E141, E153, E210, E213, E214, E216, E234,
E252,E270, E280, E325, E326, E327, E337, E422, E430, E431, E432,
E433, E434, E435, E436, E440, E470, E471, E472, E473, E474, E475,
E476, E477, E478, E481, E482,E483, E491, E492, E493, E494, E495,
E542, E570, E572, E631, E635, E904.

Adalah tanggungjawab kita bersama untuk mengikuti syari'at Islam dan juga memberitahukan informasi ini kepada sesama muslim lainnya.

Semoga manfaat,


M. Anjad Khan
Medical Research Institute United States
situslakalaka

Kamis, 24 November 2011

Mengenal Marinasi


Ilustrasi (Born Of The Water)

Daging atau ikan adalah produk yang kadang dimarinasi sebelum dilakukan proses pemasakan. Marinasi adalah istilah untuk proses perendaman daging, unggas, atau seafood dalam cairan atau bumbu yang bertujuan untuk menambah rasa. Selain itu proses ini juga kadang bertujuan untuk mengempukkan (biasanya pada daging).

Marinade atau cairan/bumbu perendam bermacam-macam tergantung bahan yang akan diolah. Biasanya marinade memiliki cita rasa yang khas seperti misalnya marinade untuk barbeque.

Dahulu marinasi bertujuan (hanya) untuk mengawetkan ikan. Ikan direndam dalam bumbu sederhana seperti larutan garam untuk memperpanjang umur simpannya.

Dengan berkembangnya tujuan memarinasi bahan pangan, berkembang pula bumbu yang dignakan untuk proses tersebut. Saat ini proses marinasi tidak hanya menggunakan larutan garam saja tetapi juga beraneka minyak seperti minyak zaitun, minyak almond; cuka, jeruk nipis, wine; dan rempah lainnya.

Beberapa fungsi bahan dalam marinade:

  • Penggunaan minyak biasanya berfungsi mempertahankan air dalam daging sehingga menjaga daging tetap terasa juicy dan tidak kering.
  • Asam berfungsi sebagai pengempuk
  • Gula, garam juga rempah di dalam marinade berfungsi untuk menambah cita rasa dalam bahan pangan.
  • Gula juga berfungsi ‘memberikan’ warna kecoklatan saat daging dimasak.
  • Selain menambah cita rasa, garam juga membantu memperbaiki kemampuan daging dalam mengikat air sehingga mengurangi susut masak (cooking loss)

Referensi: Ilmu Pangan/Marinasi

Proses Marinasi


Sebelumnya: Mengenal Marinasi

Proses marinasi mungkin termasuk teknik yang sering digunakan saat kita memasak. Ada beberapa hal yang biasanya penting saat proses ini:

  • Tujuan. Sebelum memarinasi bahan sebaiknya dipastikan dahulu tujuannya sehingga dapat dipilih marinade yang sesuai. Misalnya, bila ingin menambah cita rasa pada bahan seperti daging gunakan marinade dengan bahan dasar minyak. Sementara jika tujuannya untuk mengempukan gunakan marinade berbasis asam sepeti cuka atau jeruk nipis. Tetapi jika rasa dan keempukan yang jadi tujuan akhir maka bisa digunakan marinade yang merupakan kombinasi antara minyak dan asam.

    Ilustrasi (shockinglydelicious.com)

  • Wadah. Selain tujuan marinasi, pemilihan wadah juga penting. Sebaiknya gunakan wadah yang pendek dengan permukaan yang datar saat memarinasi. Hal ini untuk memudahkan saat membolak-balik makanan juga saat mengangkatnya ke panggangan atau penggorengan. Perhatikan juga bahan dari wadah. Wadah berbahan stainless steel, keramik, kaca atau plastik adalah wadah yang tidak bereaksi dengan asam. Bila memungkinkan bisa juga digunakan kantung plastik bening yang aman untuk makanan. Kantung plastik juga memudahkan untuk ‘mencampur’ bahan dengan marinade. Usahakan jangan sampai kantung bocor atau taruh dalam wadah. Hindari penggunaan wadah berbahan besi saat proses marinasi karena dapat menyebabkan karat jika bereaksi dengan marinade berbahan asam.
  • Waktu. Waktu proses marinasi bervariasi tergantung jenis bahan yang sedang dimarinasi. Bisa beberapa menit hingga beberapa jam. Perlu diperhatikan juga, waktu proses marinasi yang berlebihan dapat menyebabkan kualitas bahan menurun. Misalnya daging yang akan menjadi lembek dan atau hancur, atau seafood/ikan yang akan ‘matang’ jika dimarinasi terlalu lama dalam marinade yang berbahan asam sehingga tidak lagi terasa segar.
  • Keamanan. Setelah bahan dimarinasi diamkan dalam suhu ruang dan ditutup untuk mencegah kontaminasi. Tetapi untuk bahan yang dimarinasi lebih dari 30 menit sebaiknya simpan di kulkas untuk menekan pertumbuhan mikroba, termasuk patogen. Marinade bekas pakai JANGAN digunakan untuk proses marinasi bahan yang lain karena marinade bekas mungkin sudah mengalami peningkatan jumlah mikroba. Tetapi jika inggin menggunakan marinade bekas untuk saus, masak terlebih dahulu hingga mendidih kurang lebih selama 5 menit untuk membunuh mikroba yang mungkin ada.

Referensi: Ilmu Pangan/Marinasi dan food.ghiboo.com/marinade-it-right.

memilih terigu

Jenis Tepung Terigu

Di pasaran banyak beredar jenis tepung terigu yang masing-masing memiliki karakteristik dan fungsi berlainan. Mari kita kenali lebih dekat:

·Hard Wheat (Terigu Protein Tinggi).

Dipasaran lebih dikenal dengan terigu Cakra Kembar. Tepung ini diperoleh dari gandum keras (hard wheat). Kandungan proteinnya 11-13%. Tingginya protein terkandung menjadikan sifatnya mudah dicampur, difermentasikan, daya serap airnya tinggi, elastis dan mudah digiling. Karakteristik ini menjadikan tepung terigu hard wheat sangat cocok untuk bahan baku roti, mie dan pasta karena sifatnya elastis dan mudah difermentasikan.

·Medium Wheat (Terigu Protein Sedang).

Jenis terigu medium wheat mengandung 10%-11%. Sebagian orang mengenalnya dengan sebutan all-purpose flour atau tepung serba guna, di pasaran lebih dikenal dengan sebutan tepung Segitiga Biru. Dibuat dari campuran tepung terigu hard wheat dan soft wheat sehingga karakteristiknya diantara kedua jenis tepung tersebut. Tepung ini cocok untuk membuat adonan fermentasi dengan tingkat pengembangan sedang, seperti donat, bakpau, bapel, panada atau aneka cake dan muffin.

·Soft Wheat (Terigu Protein Rendah).

Tepung ini dibuat dari gandum lunak dengan kandungan protein gluten 8%-9%. Sifatnya, memiliki daya serap air yang rendah sehingga akan menghasilkan adonan yang sukar diuleni, tidak elastis, lengket dan daya pengembangannya rendah. Cocok untuk membuat kue kering, biscuit, pastel dan kue-kue yang tidak memerlukan proses fermentasi. Di pasaran tepung ini lebih dikenal dengan nama terigu Cap Kunci.

·Self Raising Flour.

Jenis tepung terigu yang sudah ditambahkan bahan pengembang dan garam. Penambahan ini menjadikan sifat tepung lebih stabil dan tidak perlu menambahkan pengembang lagi ke dalam adonan. Jika sukar didapat, tambahkan satu sendok teh baking powder ke dalam sekilo tepung sebagai gantinya. Self raising flour sangat cocok untuk membuat cake, muffin, dan kue kering.

·Enriched Flour.

Adalah tepung terigu yang disubstitusi dengan beragam vitamin atau mineral dengan tujuan memperbaiki nilai gizi terkandung. Biasanya harganya relatif lebih mahal. Cocok untuk kue kering dan bolu.

·Whole Meal Flour.

Tepung ini biasanya dibuat dari biji gandum utuh termasuk dedak dan lembaganya sehingga warna tepung lebih gelap/cream. Terigu whole meal sangat cocok untuk makanan kesehatan dan menu diet karena kandungan serat(fiber) dan proteinya sangat tinggi

Sekarang, mari kita membuat kue atau makanan lain dan jangan salah memilih tepung terigu ya !


sumber : http://bundaeda.wordpress.com/2010/05/10/memilih-tepung-terigu-yang-benar-untuk-membuat-kue-dan-makanan-lain/

Rabu, 23 November 2011

Resep Brongkos

brongkos yogyakarta

brongkos yogyakarta

Bahan

  • 150 gram kacang tolo
  • 200 gram daging sapi, potong-potong kecil
  • 150 gram tempe, potong kecil-kecil
  • 750 ml santan dari ½ butir kelapa
  • 4 sdm minyak, untuk menumis

Haluskan

  • 5 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 8 buah cabai merah keriting
  • 3 buah keluwak
  • 3 buah kemiri
  • ½ sdt ketumbar
  • 1 cm kencur
  • 1 ½ sdt garam

  • 10 buah cabai rawit merah, biarkan utuh
  • 2 lembar daun salam
  • 3 lembar daun jeruk purut
  • 2 batang serai, memarkan
  • 3 cm lengkuas, memarkan
  • 1 sdm irisan gula merah

Cara Membuat

  1. Rebus kacang tolo sampai empuk. Angkat dan sisihkan. Rebus daging sapi, rebus sampai empuk. Angkat dan sisihkan. Goreng tempe sampai kuning kecoklatan. Sisihkan.
  2. Tumis bumbu halus sampai harum dan matang. Tambahkan cabai rawit, daun salam, daun jeruk, serai, lengkuas.
  3. Masukkan kacang tolo dan daging, aduk rata. Beri santan masak sampai santan berkurang. Masukkan tempe goreng, masak dan biarkan sampai bumbu meresap dan kuah tinggal sedikit, angkat, sajikan.
http://kitabmasakan.com/2011/03/resep-brongkos-%e2%80%93-yogyakarta/

Resep Sate kikil

sate kikil bacem

sate kikil bacem

Bahan

  • 400 gram kikil sapi rebus, potong-potong
  • 400 ml air

Haluskan

  • 4 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 1 sdt ketumbar
  • ½ sdt merica butir
  • 1 sdm gula merah
  • Garam secukupnya

  • 1 lembar daun salam
  • 2 cm lengkuas, memarkan
  • 1 batang serai, memarkan
  • 1 sdm kecap manis
  • 1 mata asam jawa

Cara Membuat

  1. Didihkan bersama bumbu halus, duan salam, lengkuas, dan serai. Tambahkan kecap manis dan asam jawa. Masukkan potongan kikil rebus. Masak sampai bumbu meresap dan air habis. Angkat dan dinginkan.
  2. Tusuk potongan kikil dengan tusuk satai. Bakar di atas bara api sampai kecoklatan. Angkat.
http://kitabmasakan.com/2011/03/resep-sate-kikil-bacem-%e2%80%93-yogyakarta/

Selasa, 22 November 2011

kerak telor

resep kerak telor

resep kerak telor

Bahan :

  • 100 gr beras ketan putih *dicuci bersih dan direndam dengan air kurang lebih 2 jam
  • 4 butir telur bebek
  • 4 sdm bawang goreng
  • 5 sdm serundeng
  • 4 buah cabai rawit, iris halus
  • 3 sdt garam
  • 2 1/2 sdt lada bubuk
  • 2 1/2 sdt gula pasir
  • 4 sdm ebi bubuk

Cara membuat :

  1. Panaskan penggorengan kerak telur hingga cukup panas.
  2. Masukkan satu sendok makan sayur ketan yang sudah direndam beserta airnya, tutup dan masak kurang lebih 2 – 3 menit.
  3. Buka tutupnya, kemudian beri 1 butir telur, 1 sdm bawang goreng, 1 sdm serundeng, 1/2 sdm ebi, 1 buah cabai rawit, 1 sdt garam, 1/2 sdt lada bubuk dan 1/2 sdt gula pasir, aduk rata.
  4. Ratakan disisi penggorengan kurang lebih berdiameter 20 cm, tutup dan masak kembali hingga harum
  5. Balik penggorengan kerak telur hingga terjilat api dan permukaan atas harum terbakar. Sajikan.

Untuk 2 porsi


http://kitabmasakan.com/2011/10/resep-kerak-telor-betawi/